Naik Kelas, Pabrik Sepatu di Tegal Dapat Status Kawasan Berikat Mandiri

- Pewarta

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 PT Adonia Footwear Indonesia resmi berstatus sebagai perusahaan Kawasan Berikat Mandiri pada Rabu (21/01). - Foto DJBC

PT Adonia Footwear Indonesia resmi berstatus sebagai perusahaan Kawasan Berikat Mandiri pada Rabu (21/01). - Foto DJBC

Teranusantara.com, TEGAL – PT Adonia Footwear Indonesia resmi perusahaan Kawasan Berikat Mandiri pada Rabu (21/1/2026). Benefit dari status tersebut memungkinan pabrik di Tegal ini untuk pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas produksi.

Adonia Footwear Indonesia sebelumnya telah memperoleh fasilitas Kawasan Berikat pada 2024. Perusahaan manufaktur alas kaki yang berlokasi di Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, tersebut mendapatkan lagi status tersebut karena dinilai memenuhi seluruh syarat untuk naik ke tingkat kemandirian pengawasan.

Kepala Kantor Bea Cukai Tegal, Yudiyarto, menyampaikan bahwa penetapan Kawasan Berikat Mandiri diberikan kepada perusahaan dengan tingkat kepatuhan tinggi. Ia menjelaskan bahwa PT Adonia Footwear Indonesia memiliki rekam jejak yang baik dalam pengelolaan kepabeanan, didukung sistem pengawasan dan pencatatan yang andal.

“Status Kawasan Berikat Mandiri merupakan bentuk kepercayaan negara kepada perusahaan yang telah terbukti patuh dan mampu mengelola fasilitas kepabeanan secara profesional,” ujar Yudiyarto, Jumat (23/1/2026).

PT Adonia Footwear Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi alas kaki dengan orientasi pemasaran 100% ekspor ke berbagai negara tujuan. Dengan skala produksi yang besar dan pasar internasional yang luas, perusahaan ini menjadi salah satu motor penggerak industri padat karya di Kabupaten Tegal.

Penetapan sebagai Kawasan Berikat Mandiri diberikan setelah perusahaan memenuhi sejumlah kriteria utama, antara lain tingkat kesalahan dokumen kepabeanan yang sangat minimal, penerapan sistem IT inventory yang terintegrasi, serta dukungan sarana pengawasan seperti CCTV yang memadai. Selain itu, kepatuhan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepabeanan juga menjadi faktor penting dalam proses evaluasi.

Dengan status Kawasan Berikat Mandiri, PT Adonia Footwear Indonesia memperoleh kemudahan dalam pelaksanaan pemeriksaan barang yang keluar dan masuk kawasan. Kemudahan tersebut memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengaturan jadwal impor bahan baku, proses produksi, hingga kegiatan ekspor.

Secara tidak langsung, hal tersebut akan meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing perusahaan di pasar global.

Menurut Yudiyarto, fasilitas tersebut memungkinkan perusahaan mengelola arus kas dengan lebih optimal. “Efisiensi yang diperoleh dari fasilitas ini dapat dimanfaatkan perusahaan untuk pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas produksi,” jelasnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, PT Adonia Footwear Indonesia saat ini telah menyerap 8.600 tenaga kerja. Perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan jumlah tenaga kerja seiring dengan pertumbuhan dan perluasan usaha yang dilakukan.

Berita Terkait

KMP Dharma Bahari Sumekar III Dinilai Tak Layak Layar, FPK Mendesak Penambahan Armada ASDP
Sekda se-Jateng Diminta Perhatikan Penuh Tata Kelola Koperasi Merah Putih
Pemkab Tegal Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari Pasca Banjir Bandang Guci
Rejeki Nomplok! Yayasan di Semarang Dapat Hibah Belasan Ribu Foodtray
Maluku Utara Sukses Pacu Ekspor Nontambang, Ini Sederet Pendorongnya
Bupati Kebumen Hadiri Rihlah dan Tadabbur Alam Alumni Ponpes Sarang di Sagara View Karangbolong
Kebumen Luncurkan Program “Makan Bergizi Gratis” dan Studio Live Shop, Dorong Perekonomian Lokal
Servis Motor Gratis, AHM Dukung Pemulihan Dampak Banjir Sumatera

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:42 WIB

Mitsubishi Luncurkan New Xforce Hybrid, SUV Urban dengan Teknologi HEV Generasi Kedua

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:38 WIB

Hino Perkuat Kepercayaan Operator Bus di Sumatera

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:41 WIB

Dealer JAECOO Terbesar Hadir di Pondok Pinang, Mampu Layani 54 Kendaraan per Hari

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:59 WIB

Mitsubishi Motors Siapkan Debut Global All-New Pajero di Musim Gugur 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:09 WIB

Ofero Rakit Sepeda Listrik di Semarang, Luncurkan 4 Model

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:40 WIB

Cek Mitos atau Fakta, Uji Emisi Bikin Konsumsi Bensin Semakin Irit?

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:08 WIB

Hino Serahkan Unit Bus RM280 ABS ke PO PHD Trans di Ajang Busworld Southeast Asia 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:17 WIB

Dobrak Standar Baru, Juragan99 Luncurkan Bus Premium dengan Bioskop Berjalan

Berita Terbaru