Seskab dan Menaker Cek Pelaksanaan Program Magang Nasional di PT Paragon

- Pewarta

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengecek salah satu pelaksanaan program Magang Nasional di perusahaan swasta PT Paragon, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Foto: Sekretariat Kabinet/Tera Nusantara.com)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengecek salah satu pelaksanaan program Magang Nasional di perusahaan swasta PT Paragon, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Foto: Sekretariat Kabinet/Tera Nusantara.com)

Teranusantara.com, Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meninjau pelaksanaan program Magang Nasional 2025 di perusahaan swasta PT Paragon, Jakarta, Selasa (27/1).

Teddy menyatakan program magang ini memberikan berbagai manfaat bagi peserta, termasuk pengalaman dan keterampilan kerja.

“Peserta magang akan mendapat banyak sekali manfaat, antara lain pengalaman dan keterampilan bekerja, juga pembimbingan serta pelatihan dari mentor,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Selain keterampilan, peserta magang juga menerima uang saku atau gaji yang disesuaikan dengan Upah Minimum Kota/Kabupaten setempat. Menurut Teddy, pengalaman ini akan menjadi modal penting bagi peserta ketika lulus kuliah dan memasuki dunia kerja profesional.

Baca Juga : Hadapi Krisis Iklim, UHN Luncurkan SUSTAINABILITAS untuk Percepat Aksi Keberlanjutan Indonesia

Di PT Paragon sendiri, tercatat lebih dari 175 pegawai magang dari Kementerian Ketenagakerjaan telah bekerja selama dua bulan. Pimpinan perusahaan mengapresiasi kontribusi peserta magang yang dianggap cepat beradaptasi, kreatif, dan mampu meningkatkan produktivitas serta kepuasan pelanggan.

Program Magang Nasional 2025 menargetkan 100.000 peserta hingga pertengahan tahun ini. Pada 2026, pemerintah berencana membuka kembali program serupa dengan jumlah peserta minimal sama.

Dengan adanya program ini, lulusan baru atau fresh graduate memiliki peluang lebih besar untuk memulai karier, sementara perusahaan mendapat tenaga kerja yang dibiayai pemerintah, sehingga menekan biaya rekrutmen sekaligus meningkatkan inovasi dan produktivitas.

Berita Terkait

Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Tak Dipecat, LBH Akal Hidup: Kepercayaan Publik Dipertaruhkan
TEP 2026 IPB University, Kampus Percepat Kemajuan Kawasan Transmigrasi
Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Novanto Sabet Pemred Award 2026, Tegaskan Pentingnya Pers yang Kredibel
Dari Ruang Kelas Lahir Inovasi: Tiga Aplikasi AI Karya Mahasiswa STMIK Kebumen
Silaturahmi ke Anggota DPR RI, Pimpinan STMIK Kebumen Paparkan Gagasan Pengembangan Kampus Berbasis Potensi Daerah
Soal Bansos, Andi Najmi: Uang Tunai Langsung Rawan Dipakai Judol
Fujifilm, Siloam Hadirkan Solusi AI Klinis Tingkatan Standar Layanan Kesehatan
Bantu Perkuat Kedaulatan Udara, Thales Serahkan Dua Radar GM403 Pertama ke Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:09 WIB

Kia Ajak Media Jajal The All-New Seltos di Berbagai Kondisi Jalan

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:38 WIB

Hino Perkuat Kepercayaan Operator Bus di Sumatera

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:41 WIB

Dealer JAECOO Terbesar Hadir di Pondok Pinang, Mampu Layani 54 Kendaraan per Hari

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:59 WIB

Mitsubishi Motors Siapkan Debut Global All-New Pajero di Musim Gugur 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:09 WIB

Ofero Rakit Sepeda Listrik di Semarang, Luncurkan 4 Model

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:40 WIB

Cek Mitos atau Fakta, Uji Emisi Bikin Konsumsi Bensin Semakin Irit?

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:08 WIB

Hino Serahkan Unit Bus RM280 ABS ke PO PHD Trans di Ajang Busworld Southeast Asia 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:17 WIB

Dobrak Standar Baru, Juragan99 Luncurkan Bus Premium dengan Bioskop Berjalan

Berita Terbaru