Bangun Ekosistem Semikonduktor, Pemerintah Siap Utang ke Luar Negeri US$16,185 Juta

- Pewarta

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendengarkan paparan yang disampaikan oleh ADB Country Director for Indonesia Mr. Bobur Alimov di kantor Kemenperin, Jakarta, 27 Januari 2026.  - Foto Kemenperin

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendengarkan paparan yang disampaikan oleh ADB Country Director for Indonesia Mr. Bobur Alimov di kantor Kemenperin, Jakarta, 27 Januari 2026. - Foto Kemenperin

Teranusantara.com, JAKARTA – Indonesia terus berupaya mengembangkan ekosistem industri semikonduktor. Bahkan, pemerintah siap membuat utang ke luar negeri untuk membiayai program tersebut senilai US$16,185 juta.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, semikonduktor merupakan fondasi penting bagi transformasi industri nasional, terutama dalam mendukung pengembangan sektor elektronika, otomotif, energi, serta digitalisasi industri.

“Pengembangan ekosistem semikonduktor nasional menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat daya saing industri nasional,” ujar Menperin seusai pertemuan dengan Country Director Asian Development Bank (ADB) untuk Indonesia, Bobur Alimov, di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Menperin menyampaikan, kebutuhan semikonduktor di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan industri manufaktur dan adopsi teknologi baru. Produksi kendaraan bermotor nasional yang mencapai lebih dari satu juta unit per tahun, serta target pengembangan kendaraan listrik hingga ratusan ribu unit pada 2030, menuntut ketersediaan komponen semikonduktor yang andal dan berkelanjutan.

Di sisi lain, permintaan perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop juga masih didominasi produk impor.

Saat ini, Indonesia telah memiliki satu industri perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam serta perusahaan desain integrated circuit (IC). Namun demikian, Menperin menilai ekosistem semikonduktor nasional masih perlu diperkuat secara menyeluruh, terutama pada aspek pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta integrasi ke dalam rantai pasok global.

Sebagai upaya konkret, Kemenperin menginisiasi program pengembangan ekosistem semikonduktor nasional melalui penguatan desain chip yang selaras dengan kebutuhan industri dan berorientasi pasar global. Program tersebut telah masuk dalam daftar rencana pinjaman luar negeri jangka menengah atau Blue Book 2025–2029 dengan nilai pembiayaan sebesar US$16,185 juta.

“Fokus utama kami adalah membangun kapabilitas SDM nasional di bidang desain chip, menyediakan infrastruktur bersama untuk riset dan prototipe, serta memperkuat kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, dan mitra global,” jelas Menperin.

Dalam pertemuan tersebut, ADB menyatakan minat dan komitmennya untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam upaya pengembangan ekosistem semikonduktor nasional. Dukungan ADB mencakup pendampingan dalam penyusunan readiness criteria, feasibility study, hingga memastikan kesiapan proyek agar memenuhi kriteria Green Book sebelum masuk ke tahap pembiayaan.

Menperin mengapresiasi komitmen ADB tersebut dan menilai kerja sama ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan human capital, penguasaan teknologi, dan peningkatan nilai tambah industri dalam negeri.

“Kami berharap kerja sama dengan ADB dapat mempercepat terwujudnya ekosistem semikonduktor nasional yang kuat, berdaya saing, dan terintegrasi dengan rantai nilai global, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor industri berteknologi tinggi,” pungkas Menperin.

Berita Terkait

Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Tak Dipecat, LBH Akal Hidup: Kepercayaan Publik Dipertaruhkan
TEP 2026 IPB University, Kampus Percepat Kemajuan Kawasan Transmigrasi
Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Novanto Sabet Pemred Award 2026, Tegaskan Pentingnya Pers yang Kredibel
Dari Ruang Kelas Lahir Inovasi: Tiga Aplikasi AI Karya Mahasiswa STMIK Kebumen
Silaturahmi ke Anggota DPR RI, Pimpinan STMIK Kebumen Paparkan Gagasan Pengembangan Kampus Berbasis Potensi Daerah
Soal Bansos, Andi Najmi: Uang Tunai Langsung Rawan Dipakai Judol
Fujifilm, Siloam Hadirkan Solusi AI Klinis Tingkatan Standar Layanan Kesehatan
Bantu Perkuat Kedaulatan Udara, Thales Serahkan Dua Radar GM403 Pertama ke Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:09 WIB

Kia Ajak Media Jajal The All-New Seltos di Berbagai Kondisi Jalan

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:38 WIB

Hino Perkuat Kepercayaan Operator Bus di Sumatera

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:41 WIB

Dealer JAECOO Terbesar Hadir di Pondok Pinang, Mampu Layani 54 Kendaraan per Hari

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:59 WIB

Mitsubishi Motors Siapkan Debut Global All-New Pajero di Musim Gugur 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:09 WIB

Ofero Rakit Sepeda Listrik di Semarang, Luncurkan 4 Model

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:40 WIB

Cek Mitos atau Fakta, Uji Emisi Bikin Konsumsi Bensin Semakin Irit?

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:08 WIB

Hino Serahkan Unit Bus RM280 ABS ke PO PHD Trans di Ajang Busworld Southeast Asia 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:17 WIB

Dobrak Standar Baru, Juragan99 Luncurkan Bus Premium dengan Bioskop Berjalan

Berita Terbaru