Menbud Fadli Zon Serahkan SK Pemanfaatan Cagar Budaya Keraton Surakarta, Acara Diwarnai Adu Mulut

- Pewarta

Minggu, 18 Januari 2026 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Insiden adu mulut sempat mewarnai acara penyerahan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan tentang Pemanfaatan Cagar Budaya Keraton Surakarta dari Menteri Kebudayaan (Menhub) Fadli Zon kepada Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan Sasana Parasdya Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta, Minggu, 18 Januari 2026. (Foto: Menbud/Tera Nusantara.com)

Insiden adu mulut sempat mewarnai acara penyerahan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan tentang Pemanfaatan Cagar Budaya Keraton Surakarta dari Menteri Kebudayaan (Menhub) Fadli Zon kepada Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan Sasana Parasdya Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta, Minggu, 18 Januari 2026. (Foto: Menbud/Tera Nusantara.com)

Teranusantara.com, Solo – Insiden adu mulut mewarnai acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan tentang Pemanfaatan Cagar Budaya Keraton Surakarta oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon kepada Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan Sasana Parasdya. Acara tersebut berlangsung di Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta, Minggu (18/1/2026).

Situasi memanas sejatinya telah terlihat sejak sebelum Menteri Kebudayaan tiba di lokasi. Berdasarkan pantauan di lapangan, gesekan pertama terjadi sekitar pukul 09.30 WIB ketika pihak kubu Paku Buwono (PB) XIV Hangabehi berupaya membuka pintu Kori Gajahan yang terkunci dari dalam.

Sejumlah abdi dalem yang datang bersama GKR Wandansari atau Gusti Moeng serta Ketua Eksekutif LDA KPH Edy Wirabhumi membawa dua tangga untuk memanjat gerbang dan membuka kunci dari dalam. Setelah pintu berhasil dibuka, rombongan Gusti Moeng bergerak menuju Ndalem Wiworokenjo.

Namun, di tengah perjalanan rombongan tersebut diadang pihak kubu PB XIV Hamangkunegoro, yakni GKR Panembahan Timoer Rumbay, GKR Devi Lelyana, dan GKR Dewi Ratih Widyasari. Ketiganya melarang rombongan melanjutkan langkah sehingga terjadi adu mulut yang berujung pada keributan disertai aksi saling dorong.

Aparat kepolisian yang berjaga sejak pagi segera bertindak mengamankan situasi. Keributan pun mereda dan rombongan Gusti Moeng kembali menuju Sasana Parasdya, lokasi digelarnya acara penyerahan SK.

Baca Juga : Kegagalan Tata Kelola Lingkungan Terulang: Jangan Biarkan Kalimantan Jadi Sumatra Berikutnya

Sekitar pukul 10.50 WIB, Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Wali Kota Solo Respati Ardi tiba di Keraton Surakarta. Keduanya langsung menuju Sasana Parasdya. Acara resmi dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan sambutan dari Wali Kota Solo.

Namun, ketika Respati Ardi hendak menyampaikan sambutan, ibunda PB XIV Hamangkunegoro, GKR Pakubuwana, tiba di lokasi didampingi GKR Panembahan Timoer Rumbay. Keduanya kemudian menempati kursi di barisan terdepan tamu undangan.

Ketegangan kembali terjadi saat Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan sambutan dan hendak menyerahkan SK kepada KGPA Tedjowulan yang ditunjuk sebagai pelaksana pemanfaatan cagar budaya. GKR Panembahan Timoer secara tiba-tiba naik ke podium dan menyampaikan keberatannya.

“Assalamualaikum bapak, maaf saya ingin menyampaikan keberatan. Mohon maaf, tolong mic-nya supaya banyak yang bisa dengar, karena saya punya hak di sini sebagai warga negara Indonesia,” ucap Gusti Timoer. Pernyataan tersebut langsung disoraki sejumlah abdi dalem dan anggota Pokoso yang meminta dirinya turun dari podium.

Suasana pun kembali ricuh. Sejumlah abdi dalem merangsek maju dan berupaya memaksa Gusti Timoer meninggalkan lokasi karena dinilai mengganggu jalannya acara. Adu mulut kembali terjadi antara kubu PB XIV Hangabehi dan PB XIV Hamangkunegoro.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon berusaha menenangkan situasi dan sempat berbicara langsung dengan Gusti Timoer. Ia menjanjikan akan membuka ruang dialog dengan seluruh pihak setelah acara selesai. Setelah itu, Gusti Timoer bersama GKR Pakubuwana meninggalkan lokasi dan acara ditutup dengan doa.

Baca Juga : Wamen Transmigrasi Tinjau Demplot Pertanian dan Perikanan di BPPMT Pekanbaru

Ditemui seusai acara, Fadli Zon berharap konflik internal Keraton Surakarta dapat segera diselesaikan karena berpotensi menghambat proses revitalisasi keraton yang akan dilakukan pemerintah.

“Tadi kan Gusti Timoer juga menginginkan adanya komunikasi dengan mereka. Padahal selama ini kami juga mengundang, tetapi tidak datang. Sejak awal pemerintah kooperatif, karena itu kami menunjuk Gusti Tedjowulan sebagai pelaksana. Harapan kami, beliau bisa mengomunikasikan ini dan mengundang semua kerabat untuk duduk bersama dalam musyawarah mufakat,” ujar Fadli Zon.

Berita Terkait

Fujifilm, Siloam Hadirkan Solusi AI Klinis Tingkatan Standar Layanan Kesehatan
Bantu Perkuat Kedaulatan Udara, Thales Serahkan Dua Radar GM403 Pertama ke Indonesia
Hadir di Rakernas Inkopontren, PRUVIU Tawarkan Solusi Antikredit Macet
Prabowo Subianto Akui Ada Pejabat Mengecewakan
Akses Informasi Ditutup, SPPG Muhammadiyah Banyuwangi dan Korwil MBG Disorot Swara Milenial
Geger Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi Indonesia di Yordania, HPMI Keluarkan Pernyataan Sikap Tegas
Kemensos dan BGN Matangkan Skema Makan Bergizi Gratis untuk Lansia dan Disabilitas
Komisi VIII DPR RI Serap Aspirasi dan Awasi Penyaluran Bansos di Batam

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:40 WIB

Cek Mitos atau Fakta, Uji Emisi Bikin Konsumsi Bensin Semakin Irit?

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:08 WIB

Hino Serahkan Unit Bus RM280 ABS ke PO PHD Trans di Ajang Busworld Southeast Asia 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 17:41 WIB

Maksimalkan Uptime Pelanggan, Hino Tingkatkan Dealer di Yogyakarta

Kamis, 29 Januari 2026 - 04:50 WIB

Quality Update, Suzuki Grand Vitara Berpotensi Alami Masalah Komponen

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:04 WIB

Cuaca Ekstrem, Mobil SUV Makin Menjadi Pilihan

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:57 WIB

Tambah Diler, Mitsubishi Motors Penetrasi Pasar Sulawesi

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ekspansi! Jaecoo Resmikan Diler Mobil Semarang

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:22 WIB

Mitsubishi Motors Gelar Kontes Diler 2025, Simak Para Pemenangnya

Berita Terbaru