Teranusantara.com, Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pengembangan tenaga nuklir menjadi salah satu fokus kerja Dewan Energi Nasional (DEN) dalam mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Bahlil usai dilantik sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu sore. Meski demikian, Bahlil belum merinci rencana pengembangan tenaga nuklir karena DEN masih akan menggelar rapat perdana dan melaporkan hasilnya kepada Presiden.
“Kami sudah kerja dengan membangun beberapa tahapan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sampai dengan bagaimana membangun berbagai kebijakan, termasuk di dalamnya pembangunan energi baru dan terbarukan, dan juga mendorong untuk pakai tenaga nuklir,” ujar Bahlil menjawab pertanyaan wartawan.
Bahlil mengatakan, setelah pelantikan, Dewan Energi Nasional akan terlebih dahulu mendengarkan arahan Presiden Prabowo sebelum menyusun dan menyampaikan rencana kerja DEN kepada publik.
“Kami akan mencoba rapat perdana dulu. Setelah itu, kami akan lapor ke Bapak Presiden untuk segera melakukan sidang paripurna pertama. Karena ini baru, sidang paripurna tersebut insyaallah akan dipimpin oleh Bapak Presiden,” kata Bahlil.
Menurut Bahlil, arah kebijakan energi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo terbagi ke dalam empat fokus utama, yakni kedaulatan energi, ketahanan energi, kemandirian energi, dan swasembada energi.
Ia menjelaskan, kedaulatan energi menekankan pada pengelolaan energi nasional tanpa intervensi pihak mana pun. Sementara itu, ketahanan energi akan diperkuat dengan meningkatkan cadangan energi nasional yang saat ini hanya mampu bertahan sekitar 21 hari menjadi hingga tiga bulan melalui pembangunan fasilitas penyimpanan energi.
“Kemudian kemandirian energi. Kita tahu saat ini Indonesia masih mengimpor BBM sekitar 30 juta kiloliter lebih, baik solar maupun bensin. Yang terakhir adalah swasembada energi. Ini akan kita lakukan secara bertahap, dengan tujuan akhir swasembada,” ujar Bahlil.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional, serta tujuh menteri sebagai anggota DEN dari unsur pemerintah. Ketujuh menteri tersebut adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Presiden Prabowo juga melantik delapan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan, yakni Johni Jonatan Numberi dan Mohammad Fadhil Hasan dari unsur akademisi; Satya Widya Yudha dan Sripeni Inten Cahyani dari unsur industri; Unggul Priyanto dari unsur teknologi; Saleh Abdurrahman dari unsur lingkungan hidup; serta Muhammad Kholid Syeirazi dan Surono dari unsur konsumen.
Dalam struktur Dewan Energi Nasional, Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Ketua DEN, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Ketua, dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian. DEN juga beranggotakan tujuh menteri dari unsur pemerintah dan delapan anggota dari unsur pemangku kepentingan.












