Teranusantara.com, Sumenep — Koordinator Presidium Forum Pemuda Kangean, Abdul Latif Santoso, menilai KMP Dharma Bahari Sumekar (DBS) III tidak lagi layak beroperasi sebagai kapal penyeberangan utama yang melayani rute dari Pelabuhan Kalianget menuju Pulau Kangean dan Sapeken.
Menurut Abdul Latif, kapal feri milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut kerap dikeluhkan masyarakat karena kondisi teknis dan pelayanan yang dinilai tidak optimal. Hal ini berdampak langsung pada keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas warga kepulauan.
“kami khawatir soal keselamatan penumpang, sebab KMP DBS III sudah tidak layak untuk melayani kebutuhan masyarakat Kangean dan Sapeken. Kapal ini sering mengalami kendala, baik dari sisi teknis maupun kapasitas,” ujar Abdul Latif
Baca Juga : Kemenekraf Perkuat Kualitas MBG Lewat Program MASAMO di Lampung
Ia menegaskan, transportasi laut merupakan satu-satunya akses vital bagi masyarakat kepulauan untuk kebutuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga distribusi logistik. Karena itu, keberadaan kapal yang laik laut dan berstandar keselamatan tinggi menjadi keharusan.
Jelang arus mudik idul Fitri Forum Pemuda Kangean pun mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep agar segera mengambil langkah konkret dengan menambah armada penyeberangan, khususnya melalui keterlibatan ASDP Indonesia Ferry.
“Apalagi pada saat arus mudik lebaran nanti, kami meminta agar ada penambahan kapal dari ASDP yang lebih representatif dan berstandar nasional. Ini penting demi keselamatan dan pelayanan yang layak bagi masyarakat kepulauan,” tegasnya.
Abdul Latif berharap pemerintah daerah tidak menunda-nunda evaluasi terhadap KMP DBS III dan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta ASDP untuk menjamin keberlanjutan dan keamanan transportasi laut di wilayah kepulauan Sumenep












