Teranusantara.com, Bogor – Presiden Prabowo Subianto melontarkan tantangan terbuka kepada pihak-pihak yang tidak menyukainya untuk beradu secara sah melalui Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Pernyataan itu disampaikannya dalam sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
“Kalau saudara tidak suka dengan 2-3 orang jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka sama Prabowo, silahkan 2029 bertarung,” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyoroti aksi demonstrasi yang menurutnya sengaja dimanfaatkan kelompok tertentu untuk menciptakan kerusuhan. Ia menegaskan bahwa unjuk rasa adalah hak, tetapi kerusuhan yang mengikuti aksi tersebut justru membahayakan bangsa dan negara.
“Demo boleh, tapi dia tidak berharap demo, dia berharap kerusuhan. Kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara,” tegasnya.
Presiden juga memperingatkan akan menindak tegas siapapun yang melakukan tindakan anarkis, termasuk pembakaran dan penggunaan bom molotov.
“Bakar-bakar dan bom molotov saya katakan itu membahayakan dan itu pidana. Saya tidak ragu-ragu,” ujar Prabowo.
Lebih jauh, Prabowo menuduh adanya campur tangan kekuatan asing dalam upaya menciptakan kekacauan di Indonesia. Menurutnya, kelompok-kelompok yang melakukan provokasi telah mendapat sokongan dari pihak luar, baik secara sadar maupun tidak sadar.
“Jadi kelompok-kelompok ini, sadar atau tidak sadar, saya yakin mereka dikendalikan oleh kekuatan asing. Yakin saya, yakin saya, dan saya punya bukti,” kata Prabowo.
Baca Juga : Wamenkomdigi: Ancaman Siber Berbasis AI Kian Nyata, Masyarakat Jadi Sasaran Langsung
Presiden Prabowo menekankan pentingnya menghentikan segala upaya adu domba demi melindungi rakyat dari dampak instabilitas yang ditimbulkan.












