Teranusantara.com, Bogor – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berhasil menyerap satu juta tenaga kerja sejak digulirkan secara bertahap mulai Januari 2025.
Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 yang digelar di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
“Kita semua paham rakyat kita membutuhkan pekerjaan, tapi kalau kita teriak-teriak, mencela-mencela, menghardik-menghardik, enggak akan tercipta. Saya buktikan kepada saudara-saudara, Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menghasilkan satu juta lapangan kerja hanya dari MBG,” kata Prabowo di hadapan para kepala daerah dan pejabat pemerintah pusat.
Menurut Prabowo, program MBG hingga saat ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat. Program ini dijalankan melalui 22.275 dapur operasional atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), di mana 13.829 unit masih dalam tahap penilaian. Presiden menargetkan jumlah penerima manfaat MBG akan meningkat menjadi 82 juta paling lambat Desember 2026.
Baca Juga : Presiden Prabowo Tantang Pihak yang Tak Menyukainya Adu di Pilpres 2029
“Kalau kita sampai 82 juta penerima manfaat, kita akan menciptakan 3–5 juta lapangan kerja,” ujarnya.
Pernyataan ini menunjukkan ambisi pemerintah untuk memanfaatkan program gizi sebagai sarana penciptaan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Prabowo juga menyinggung sejumlah kasus keracunan yang sempat muncul dalam pelaksanaan MBG. Namun, ia menekankan bahwa jumlah kasus tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan total makanan yang sudah disalurkan.
“Kalau kita jumlahkan berapa ribu yang keracunan dibandingkan berapa miliar makanan yang sudah kita bagi, statistiknya adalah 0,0087. Artinya, 99,99 persen usaha MBG harus dinyatakan berhasil,” jelasnya.
Program MBG sendiri menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah dalam rangka mengurangi angka stunting, meningkatkan gizi masyarakat, dan membuka peluang kerja baru. Para pejabat daerah yang hadir dalam rakornas tersebut didorong untuk mempercepat implementasi MBG di wilayahnya masing-masing agar target nasional dapat tercapai sesuai jadwal.
Dengan pencapaian ini, pemerintah berharap program MBG tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi secara merata di seluruh Indonesia.












