Lumbung Ikan Maluku Ekspor Perdana Tuna Beku ke Jepang

- Pewarta

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIM mengekspor frozen tuna loin melalui jalur udara dengan rute Ambon-Jakarta-Bali-Jepang. - DJBC

LIM mengekspor frozen tuna loin melalui jalur udara dengan rute Ambon-Jakarta-Bali-Jepang. - DJBC

Teranusantara.com, AMBON – PT Lumbung Ikan Maluku (LIM) memperluas pasar ekspor frozen tuna loin ke Jepang, setelah sebelumnya secara rutin melakukan ekspor ke Amerika Serikat (AS).

Ekspansi pasar itu ditandai dengan ekspor perdana frozen tuna loin sebanyak dua boks ke Jepang, Senin (19/01). LIM mengekspor frozen tuna loin melalui jalur udara dengan rute Ambon-Jakarta-Bali-Jepang.

Frozen tuna loin adalah potongan daging ikan tuna bagian tengah (pinggang) yang telah diproses, dibersihkan dari kulit, tulang, dan daging hitam, lalu dibekukan dengan cepat untuk menjaga kesegaran, kualitas, serta nutrisinya, menjadikannya produk premium siap saji untuk berbagai masakan sehat seperti steak, sashimi, atau sushi.

Dalam pelaksanaan ekspor tersebut, LIM mengajukan pemberitahuan ekspor barang (PEB) secara mandiri dengan asistensi dari Bea Cukai Ambon.

Perusahaan ini juga mengajukan PEB menggunakan sistem single submission (SSM) Ekspor melalui portal LNSW (Lembaga National Single Window) sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan layanan kepabeanan berbasis elektronik.

“Seluruh rangkaian proses ekspor terlaksana sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku guna memastikan kualitas serta mutu produk tetap terjaga hingga tiba di negara tujuan,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Ambon M. Farid Irfan M.

Ia berharap, melalui ekspor perdana ke Jepang ini, LIM dapat membuka peluang pasar baru, memperluas jangkauan ekspor produk perikanan Maluku, serta meningkatkan daya saing produk perikanan nasional di pasar internasional.

“Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara pelaku usaha dan Bea Cukai, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Provinsi Maluku,” pungkas Farid.

 

Berita Terkait

RedDoorz: Perilaku Wisatawan Gen Z Berubah, Jogja Tetap Tujuan Favorit
Dulang Cuan, CV Yong Fisheries Ekspor Lagi Kerapu Hidup ke Hong Kong
Berhemat Devisa, Indonesia dan Filipina Teken Imbal Dagang Rp6,29 Triliun
Wisatawan Mengarah Efisiensi, Hotel Palette Justru Ekspansi 7 Properti
Hadir di Rakernas Inkopontren, PRUVIU Tawarkan Solusi Antikredit Macet
Rakernas Inkopontren Dorong Modernisasi Koperasi Pondok Pesantren untuk Pertumbuhan Ekonomi
Airlangga: Pemerintah Tak Toleransi Saham Gorengan, Pelaku Siap Ditindak
Permintaan Tinggi, HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Naik

Berita Terbaru