Wamenkomdigi: Ancaman Siber Berbasis AI Kian Nyata, Masyarakat Jadi Sasaran Langsung

- Pewarta

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan keynote speech dalam acara Workshop Cybersecurity di BPSDMP Komdigi Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (31/01/2026). (Foto: Komdigi/Tera Nusantara.com)

Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan keynote speech dalam acara Workshop Cybersecurity di BPSDMP Komdigi Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (31/01/2026). (Foto: Komdigi/Tera Nusantara.com)

Teranusantara.com, Yogyakarta — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan masyarakat bahwa ancaman siber di era kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) semakin nyata dan langsung menyasar kehidupan sehari-hari warga, mulai dari rekening bank, identitas pribadi, hingga perangkat digital yang digunakan.

Menurut Nezar, pola serangan siber saat ini telah berkembang pesat dan tidak lagi selalu mengandalkan kelalaian pengguna. Pemanfaatan teknologi AI memungkinkan serangan terjadi tanpa interaksi korban sama sekali.

“Sekarang ada zero click attack. Cukup pesan masuk, malware sudah bisa bekerja tanpa perlu diklik,” ujar Nezar Patria dalam keterangannya terkait Workshop Cybersecurity di BPSDMP Komdigi Yogyakarta, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026).

Ia menjelaskan, AI membuat serangan siber berlangsung jauh lebih cepat dan masif. Melalui sistem otomatis, pelaku kejahatan dapat memindai jutaan sistem dalam waktu singkat untuk kemudian memilih target yang bernilai tinggi.

Baca Juga : Airlangga: Pemerintah Tak Toleransi Saham Gorengan, Pelaku Siap Ditindak

Nezar mengungkapkan, berdasarkan data Boston Consulting Group (BCG) Desember 2025, laju perkembangan serangan siber saat ini melampaui kemampuan pertahanan digital. Kondisi tersebut membuat masyarakat kerap menjadi korban tanpa menyadari adanya serangan.

Selain menyasar sistem teknologi, kejahatan siber berbasis AI juga menyerang sisi psikologis dan emosional korban. Teknologi deepfake memungkinkan pemalsuan wajah dan suara seseorang secara meyakinkan sehingga penipuan terasa sangat personal.

“Wajah dan suara bisa ditiru. Banyak korban tertipu karena merasa berinteraksi dengan orang yang mereka kenal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nezar menyoroti melemahnya sistem perlindungan konvensional, termasuk penggunaan kata sandi. Perkembangan AI dan riset komputasi kuantum dinilai membuat metode keamanan lama semakin kehilangan relevansinya.

“Password yang kita pakai hari ini pada akhirnya bisa menjadi tidak bermakna. Dunia sedang menuju era pasca-kuantum,” katanya.

Nezar menegaskan, selama perangkat saling terhubung, tidak ada ruang yang benar-benar aman di dunia digital. Ancaman dapat datang dari ponsel, aplikasi, hingga perangkat sederhana yang terkoneksi ke jaringan.

“Selama kita terkoneksi, tidak ada kata aman di ruang digital,” tegasnya.

Baca Juga : Kejahatan Tumbuh di Balik Jeruji, DPR Soroti Gagalnya Kontrol Negara atas Lapas

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong penerapan pendekatan security by design, yakni menjadikan keamanan sebagai bagian inti sejak tahap awal pengembangan sistem, bukan sekadar respons setelah terjadi serangan.

“Keamanan siber bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kebiasaan, kesadaran, dan kepemimpinan,” pungkas Nezar.

Melalui penguatan talenta digital, arsitektur keamanan, serta peningkatan literasi publik, Kemkomdigi menegaskan komitmen negara dalam melindungi masyarakat di ruang digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial.

Berita Terkait

Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Tak Dipecat, LBH Akal Hidup: Kepercayaan Publik Dipertaruhkan
TEP 2026 IPB University, Kampus Percepat Kemajuan Kawasan Transmigrasi
Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Novanto Sabet Pemred Award 2026, Tegaskan Pentingnya Pers yang Kredibel
Dari Ruang Kelas Lahir Inovasi: Tiga Aplikasi AI Karya Mahasiswa STMIK Kebumen
Silaturahmi ke Anggota DPR RI, Pimpinan STMIK Kebumen Paparkan Gagasan Pengembangan Kampus Berbasis Potensi Daerah
Soal Bansos, Andi Najmi: Uang Tunai Langsung Rawan Dipakai Judol
Fujifilm, Siloam Hadirkan Solusi AI Klinis Tingkatan Standar Layanan Kesehatan
Bantu Perkuat Kedaulatan Udara, Thales Serahkan Dua Radar GM403 Pertama ke Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:09 WIB

Kia Ajak Media Jajal The All-New Seltos di Berbagai Kondisi Jalan

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:38 WIB

Hino Perkuat Kepercayaan Operator Bus di Sumatera

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:41 WIB

Dealer JAECOO Terbesar Hadir di Pondok Pinang, Mampu Layani 54 Kendaraan per Hari

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:59 WIB

Mitsubishi Motors Siapkan Debut Global All-New Pajero di Musim Gugur 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:09 WIB

Ofero Rakit Sepeda Listrik di Semarang, Luncurkan 4 Model

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:40 WIB

Cek Mitos atau Fakta, Uji Emisi Bikin Konsumsi Bensin Semakin Irit?

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:08 WIB

Hino Serahkan Unit Bus RM280 ABS ke PO PHD Trans di Ajang Busworld Southeast Asia 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:17 WIB

Dobrak Standar Baru, Juragan99 Luncurkan Bus Premium dengan Bioskop Berjalan

Berita Terbaru