Kejahatan Tumbuh di Balik Jeruji, DPR Soroti Gagalnya Kontrol Negara atas Lapas

- Pewarta

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Rinto Subekti. (Foto: Tera Nusantara.com)

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Rinto Subekti. (Foto: Tera Nusantara.com)

Teranusantara.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Rinto Subekti, menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan nasional saat ini berada dalam tekanan serius yang tidak hanya mengganggu fungsi lembaga pemasyarakatan (Lapas), tetapi juga berpotensi menggerus wibawa negara dan efektivitas penegakan hukum.

Menurutnya, berbagai persoalan kronis yang terjadi di Lapas dan rumah tahanan (Rutan) sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Rinto mengungkapkan bahwa Lapas dan Rutan tidak hanya dibebani masalah over kapasitas, tetapi juga lemahnya sistem pengamanan, maraknya peredaran narkotika, penggunaan alat komunikasi ilegal oleh narapidana, hingga berulangnya gangguan keamanan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan pemasyarakatan belum berjalan optimal.

“Sejumlah peristiwa menunjukkan bahwa Lapas tidak lagi semata-mata menjadi tempat pembinaan, tetapi juga menjadi ruang berlangsungnya kejahatan terorganisir. Ini mencerminkan lemahnya kontrol negara atas ruang pemasyarakatan,” tegas Rinto saat Kunjungan Kerja Komisi XIII DPR RI di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Kamis (29/01/2026).

Ia menyoroti berbagai kasus nasional dalam dua tahun terakhir, mulai dari terbongkarnya jaringan narkotika yang dikendalikan dari dalam Lapas, praktik jual beli fasilitas dan kamar tahanan, hingga penggunaan telepon seluler oleh narapidana untuk mengendalikan kejahatan di luar tembok penjara.

Baca Juga : Pengawasan BPOM 2025 Dongkrak Ekonomi Rp50,8 Triliun, Indonesia Raih Pengakuan Regulator Global WHO

Selain itu, kasus pelarian dan gangguan keamanan di sejumlah Lapas dan Rutan semakin memperkuat kekhawatiran publik terhadap tata kelola pemasyarakatan.

Menurut Rinto, rangkaian peristiwa tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar tentang kemampuan negara dalam mengendalikan sistem pemasyarakatan sebagai bagian integral dari sistem peradilan pidana nasional. Karena itu, ia menilai pembenahan menyeluruh menjadi keharusan.

Dalam forum Panitia Kerja (Panja) Pemasyarakatan, Rinto secara khusus meminta masukan tertulis dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur terkait pola rotasi dan mutasi petugas. Ia menilai durasi penugasan yang terlalu lama di satu tempat berpotensi menimbulkan masalah integritas.

“Idealnya bagaimana? Apakah perpindahan itu setahun, setahun setengah, atau bahkan tiga bulan? Atau perlu skema reward and punishment yang lebih tegas? Kami ingin mendapat rekomendasi tertulis,” ujarnya.

Rinto juga mengakui keterbatasan anggaran yang selama ini membelit pemasyarakatan. Namun, ia menyebut Komisi XIII DPR RI telah mendorong pemanfaatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor Imigrasi untuk mendukung pemasyarakatan.

“Alhamdulillah sudah disetujui, meskipun belum maksimal. Ini langkah awal,” katanya.

Baca Juga : Sekda se-Jateng Diminta Perhatikan Penuh Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Selain itu, ia menyoroti buruknya kondisi sarana pengamanan seperti mesin x-ray dan CCTV di Lapas. Berdasarkan hasil kunjungan kerja, banyak alat yang rusak dan tidak berfungsi. “Jangan sampai x-ray dan CCTV hanya jadi pajangan. Ini kunci memutus narkoba dan mencegah pelarian,” tegas politisi Fraksi Partai Demokrat itu.

Melalui Panja Pemasyarakatan, Rinto menegaskan komitmen DPR untuk mendorong pembenahan menyeluruh, mulai dari kebijakan SDM, penguatan anggaran, hingga modernisasi sarana pengamanan, agar Lapas kembali pada fungsi utamanya sebagai lembaga pembinaan dan pilar penegakan hukum yang berintegritas.

Berita Terkait

Fujifilm, Siloam Hadirkan Solusi AI Klinis Tingkatan Standar Layanan Kesehatan
Bantu Perkuat Kedaulatan Udara, Thales Serahkan Dua Radar GM403 Pertama ke Indonesia
Hadir di Rakernas Inkopontren, PRUVIU Tawarkan Solusi Antikredit Macet
Prabowo Subianto Akui Ada Pejabat Mengecewakan
Akses Informasi Ditutup, SPPG Muhammadiyah Banyuwangi dan Korwil MBG Disorot Swara Milenial
Geger Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi Indonesia di Yordania, HPMI Keluarkan Pernyataan Sikap Tegas
Kemensos dan BGN Matangkan Skema Makan Bergizi Gratis untuk Lansia dan Disabilitas
Komisi VIII DPR RI Serap Aspirasi dan Awasi Penyaluran Bansos di Batam

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:40 WIB

Cek Mitos atau Fakta, Uji Emisi Bikin Konsumsi Bensin Semakin Irit?

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:08 WIB

Hino Serahkan Unit Bus RM280 ABS ke PO PHD Trans di Ajang Busworld Southeast Asia 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 17:41 WIB

Maksimalkan Uptime Pelanggan, Hino Tingkatkan Dealer di Yogyakarta

Kamis, 29 Januari 2026 - 04:50 WIB

Quality Update, Suzuki Grand Vitara Berpotensi Alami Masalah Komponen

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:04 WIB

Cuaca Ekstrem, Mobil SUV Makin Menjadi Pilihan

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:57 WIB

Tambah Diler, Mitsubishi Motors Penetrasi Pasar Sulawesi

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ekspansi! Jaecoo Resmikan Diler Mobil Semarang

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:22 WIB

Mitsubishi Motors Gelar Kontes Diler 2025, Simak Para Pemenangnya

Berita Terbaru