Pengawasan BPOM 2025 Dongkrak Ekonomi Rp50,8 Triliun, Indonesia Raih Pengakuan Regulator Global WHO

- Pewarta

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar saat mengungkapkan capaian  dalam konferensi pers bertajuk “Jejak 2025, Arah 2026: Cerita Pengawasan dan Misi Perlindungan” di kompleks Perkantoran BPOM RI, Jakarta. (Foto: Tera Nusantara.com)

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar saat mengungkapkan capaian dalam konferensi pers bertajuk “Jejak 2025, Arah 2026: Cerita Pengawasan dan Misi Perlindungan” di kompleks Perkantoran BPOM RI, Jakarta. (Foto: Tera Nusantara.com)

Teranusantara.com, Jakarta – Kinerja pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sepanjang 2025 tidak hanya berdampak pada perlindungan kesehatan publik, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. BPOM mencatat dampak ekonomi pengawasan obat dan makanan mencapai sedikitnya Rp50,8 triliun.

Capaian tersebut sekaligus mengantarkan Indonesia meraih pengakuan global melalui status WHO Listed Authority (WLA), menjadikan BPOM sebagai otoritas regulatori negara berkembang pertama yang memperoleh status prestisius dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengungkapkan capaian itu dalam konferensi pers bertajuk “Jejak 2025, Arah 2026: Cerita Pengawasan dan Misi Perlindungan” di kompleks Perkantoran BPOM RI, Jakarta.

“Nilai ekonomi ini berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) jasa pengawasan, serta nilai keekonomian dari temuan hasil pengawasan, penindakan, dan patroli siber BPOM,” ujar Taruna.

Baca Juga : Dukung Swasembada Pangan, Pupuk Kaltim Modernisasi Pabrik Tertua Jadi Efisien

Menurutnya, pengawasan yang kuat tidak hanya menjamin keamanan dan mutu obat serta makanan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi nasional.

Sepanjang 2025, BPOM menjalankan pengawasan menyeluruh dari hulu ke hilir. Pada fase pre-market, BPOM menerbitkan 6.653 sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP) serta 201.687 nomor izin edar obat dan makanan. BPOM juga mencatat terobosan penting melalui penerbitan izin edar obat generik pertama dan obat inovatif, termasuk terapi kanker, lewat percepatan registrasi berbasis mekanisme reliance.

Kepercayaan internasional terhadap sistem pengawasan BPOM kian menguat. BPOM dipercaya oleh otoritas Amerika Serikat sebagai Certifying Entity untuk ekspor rempah bebas kontaminasi Cesium-137, dengan nilai ekspor mencapai sekitar Rp50,9 miliar sepanjang 2025.

Sementara itu, pada pengawasan post-market, BPOM melakukan inspeksi terhadap ribuan sarana produksi dan distribusi, serta menguji puluhan ribu sampel obat dan makanan. Dari hasil pengawasan tersebut, BPOM menjatuhkan sanksi tegas hingga pencabutan lebih dari 1.000 izin edar produk yang terbukti melanggar ketentuan.

Di tengah pesatnya perdagangan digital, BPOM juga mengintensifkan patroli siber. Sepanjang 2025, ratusan ribu tautan penjualan daring produk ilegal berhasil ditindak. Langkah ini diperkirakan mencegah potensi kerugian ekonomi hingga Rp49,82 triliun sekaligus melindungi jutaan masyarakat dari paparan produk berbahaya.

Baca Juga : Sekda se-Jateng Diminta Perhatikan Penuh Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Puncak capaian strategis BPOM ditandai dengan diraihnya status WHO Listed Authority. Status ini memperkuat posisi Indonesia dalam sistem regulasi global serta mempercepat akses masyarakat terhadap obat inovatif dan berkualitas.

Menghadapi 2026, BPOM berkomitmen memperkuat pengawasan berbasis risiko melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial, memperluas dukungan bagi UMKM, serta mendukung program prioritas nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami optimistis sinergi lintas sektor akan semakin memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” kata Taruna.

Berita Terkait

Fujifilm, Siloam Hadirkan Solusi AI Klinis Tingkatan Standar Layanan Kesehatan
Bantu Perkuat Kedaulatan Udara, Thales Serahkan Dua Radar GM403 Pertama ke Indonesia
Hadir di Rakernas Inkopontren, PRUVIU Tawarkan Solusi Antikredit Macet
Prabowo Subianto Akui Ada Pejabat Mengecewakan
Akses Informasi Ditutup, SPPG Muhammadiyah Banyuwangi dan Korwil MBG Disorot Swara Milenial
Geger Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi Indonesia di Yordania, HPMI Keluarkan Pernyataan Sikap Tegas
Kemensos dan BGN Matangkan Skema Makan Bergizi Gratis untuk Lansia dan Disabilitas
Komisi VIII DPR RI Serap Aspirasi dan Awasi Penyaluran Bansos di Batam

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:40 WIB

Cek Mitos atau Fakta, Uji Emisi Bikin Konsumsi Bensin Semakin Irit?

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:08 WIB

Hino Serahkan Unit Bus RM280 ABS ke PO PHD Trans di Ajang Busworld Southeast Asia 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 17:41 WIB

Maksimalkan Uptime Pelanggan, Hino Tingkatkan Dealer di Yogyakarta

Kamis, 29 Januari 2026 - 04:50 WIB

Quality Update, Suzuki Grand Vitara Berpotensi Alami Masalah Komponen

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:04 WIB

Cuaca Ekstrem, Mobil SUV Makin Menjadi Pilihan

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:57 WIB

Tambah Diler, Mitsubishi Motors Penetrasi Pasar Sulawesi

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ekspansi! Jaecoo Resmikan Diler Mobil Semarang

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:22 WIB

Mitsubishi Motors Gelar Kontes Diler 2025, Simak Para Pemenangnya

Berita Terbaru