Teranusantara.com, Pekanbaru – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi melakukan kunjungan kerja ke Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Kepala BPPMT Pekanbaru, Ahmad Syahir, beserta seluruh pegawai.
Kehadiran Wamen Viva Yoga bertujuan meninjau berbagai demonstration plot (demplot) yang menjadi sarana pelatihan bagi calon transmigran. Di lahan paling belakang balai, Viva Yoga langsung mengamati demplot pembudidayaan nanas. Ia bahkan sempat menanam bibit dan memetik buah nanas yang matang dan segar.
Selanjutnya, Wamen meninjau demplot perikanan sistem bioflok yang terdapat dalam drum plastik biru berisi ratusan ikan yang berenang aktif. Tak jauh dari sana, terdapat kandang ayam, dan sebuah kolam seluas hampir satu lapangan voli tempat Wamen menebar benih ikan.
Dalam keterangan kepada wartawan, Viva Yoga menjelaskan bahwa demplot tersebut merupakan bagian dari pelatihan calon transmigran sebelum ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi. Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu sebanyak 20 kepala keluarga calon transmigran dari Provinsi Lampung mengikuti pelatihan di BPPMT Pekanbaru.
“Lampung dulu provinsi tujuan transmigran, sekarang menjadi provinsi pengirim transmigran,” ujarnya.
Baca Juga : RUU HAPER dan Perampasan Aset Masuk DPR, Komisi III Tegaskan Penyusunan Akuntabel
Menurut Wamen Viva Yoga, fenomena ini menunjukkan transformasi kawasan transmigrasi, yang kini berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Sesuai visi Presiden Prabowo Subianto, transmigrasi bukan hanya perpindahan penduduk, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Di Sumatera, pemerintah tengah mengembangkan Kawasan Transmigrasi Barelang (Batam, Rempang, Galang), yang berlokasi tidak jauh dari Singapura dan Malaysia. Program translok akan menempatkan 1.000 kepala keluarga di kawasan tersebut, dengan penerapan demplot bioflok ikan nila dan pertanian hidroponik sebagai upaya memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat transmigran.
“Demplot perikanan sangat cocok di Barelang karena merupakan wilayah kepulauan. Selain itu, transmigran juga dilatih menanam sayuran dan buah-buahan secara hidroponik di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” tambahnya.
Baca Juga : Rano Karno Buka Pelatihan Dasar untuk 2.519 CPNS DKI Jakarta Tahun 2026
Viva Yoga menekankan, pelatihan di semua demplot diharapkan membuat transmigran mandiri sekaligus mampu menghasilkan produk untuk pasar. Dari prinsip ini, kawasan transmigrasi berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Dulu lahan kosong, kini ditempati transmigran dan menjadi pusat aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya hingga terbentuk desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi,” paparnya.
Sejak era Presiden Sukarno, program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, dan tiga ibu kota provinsi, yakni Provinsi Papua Selatan, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Utara.
“Semua ini adalah hasil pengembangan dari aktivitas program transmigrasi,” tutup Wamen Viva Yoga.












