Teranusantara.com, Jakarta — Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan stok telur ayam ras nasional dalam kondisi aman dan mencukupi, meski terdapat tambahan kebutuhan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan Amran usai rapat koordinasi pangan di Jakarta, Kamis. Ia mengungkapkan, harga telur ayam ras di tingkat produsen saat ini justru berada di bawah harga acuan pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.
“Sudah kita hitung tadi, malah harganya turun menjadi Rp23 ribu per kilogram,” ujar Amran.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan harga pangan agar tetap adil bagi seluruh pihak, mulai dari produsen, pengusaha dan pedagang, hingga konsumen.
Baca Juga : Ahmad Yohan: Perikanan Budidaya Dinilai Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional
Amran mengakui tantangan besar dalam menjaga stabilitas harga. Saat harga turun, peternak merasa dirugikan, sementara ketika harga naik, konsumen yang keberatan. Di sisi lain, saat harga berada di posisi tengah, pelaku usaha pun kerap belum merasa puas.
“Jadi memang jadi Menteri Pertanian cukup berat. Saya minum pil sabar,” katanya.
Untuk mendukung keberlanjutan usaha peternak dan menjaga stabilitas pasokan, pemerintah dalam waktu dekat akan membangun pabrik pakan ternak secara bertahap. Pada tahap pertama akan dibangun 12 unit, disusul 18 unit pada tahap kedua.
Pabrik tersebut dirancang untuk memproduksi pakan ternak, obat-obatan, vaksin, serta anak ayam atau day old chicken (DOC) dengan harga terjangkau.
Selain telur, Amran juga memastikan stok pangan strategis lainnya dalam kondisi aman menjelang Ramadhan hingga Lebaran. Ia menyebutkan stok beras nasional hingga Januari 2026 mencapai 3,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, sementara stok minyak goreng di Bulog mencapai 700 ribu ton.
Baca Juga : Taruna Ikrar Tegaskan Komitmen BPOM Kawal Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis
“Tidak ada alasan harga naik. Semua unsur terlibat sepakat untuk tidak menjual pangan strategis kita di atas harga eceran tertinggi (HET),” tegasnya.
Amran juga memastikan ketersediaan daging sapi nasional dalam kondisi aman. Ia menyampaikan telah berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan terkait penerbitan izin impor daging sapi guna menjamin pasokan di dalam negeri tetap terjaga.












