Nusawarta.id, Jakarta — SDN Jati 05 Pagi kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya menerima kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk meninjau kesiapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah tersebut kini dikunjungi Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar.
Kunjungan ini menegaskan komitmen BPOM dalam mendukung penuh program prioritas pemerintah yang berorientasi pada kesehatan dan masa depan generasi bangsa.
Kehadiran Kepala BPOM RI disambut antusias oleh siswa, guru, serta warga sekolah. Kunjungan tersebut menjadi simbol penguatan bahwa Program MBG tidak hanya berjalan di tataran kebijakan pusat, tetapi juga dikawal secara nyata hingga pelaksanaannya di sekolah-sekolah, dengan memastikan aspek keamanan, mutu, dan gizi pangan.
Dalam kunjungan itu, Prof. Dr. Taruna Ikrar didampingi Sekretaris Utama BPOM Irjen Pol Jayadi, serta jajaran pimpinan tinggi BPOM, di antaranya Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Dra. Elin Herlina, Apt., M.P., Deputi Bidang Penindakan Irjen Pol. Tubagus Ade Hidayat, S.I.K., M.Sos., Staf Khusus Bidang Humas dan Hukum dr. Wachyudi Muchsin, S.Ked., S.H., M.Kes., C.Med., serta pejabat eselon II di lingkungan Kedeputian III BPOM.
Dalam sambutannya, Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM berkomitmen memberikan dukungan nyata terhadap Program MBG melalui penguatan pengawasan pangan, edukasi keamanan pangan, serta pendampingan ekosistem penyediaan makanan yang memenuhi prinsip aman, bermutu, dan bergizi. Menurutnya, keberhasilan program MBG harus sejalan dengan standar kualitas pangan yang terukur agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak.
“Kita ingin program besar ini tidak hanya sukses dari sisi cakupan, tetapi juga kuat dari sisi mutu dan keamanan pangannya. Anak-anak adalah investasi masa depan bangsa, sehingga apa yang masuk ke tubuh mereka harus dipastikan baik,” ujar Taruna Ikrar.
Selain meninjau pelaksanaan MBG di SDN Jati 05 Pagi, Kepala BPOM RI juga melakukan kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipinang POLRI. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh ekosistem pendukung MBG, termasuk rantai penyediaan pangan dari hulu hingga hilir.
Langkah ini menunjukkan bahwa pengawasan BPOM tidak hanya berfokus pada edukasi di sekolah, tetapi juga mencakup proses penyiapan, pengolahan, hingga distribusi pangan.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 BPOM. Dalam momentum tersebut, BPOM merancang sedikitnya 25 kegiatan strategis yang akan dilaksanakan hingga puncak perayaan pada 31 Januari 2026, sebagai wujud komitmen menghadirkan pengawasan obat dan makanan yang modern, responsif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Melalui langkah-langkah ini, BPOM menegaskan perannya sebagai mitra strategis negara dalam mengawal kualitas konsumsi masyarakat, khususnya pada program prioritas nasional seperti MBG.
Kehadiran BPOM di sekolah dan pusat penyediaan pangan menjadi bukti bahwa dukungan negara tidak hanya hadir dalam kebijakan, tetapi juga nyata dalam memastikan keamanan dan mutu pangan yang dikonsumsi anak-anak Indonesia.
“Dari sekolah hingga pusat penyediaan pangan, kami menempatkan standar sebagai bentuk tanggung jawab bersama, agar Program Makan Bergizi Gratis benar-benar menjadi jalan menuju generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Taruna Ikrar












