Teranusantara.com, BONTANG – Bea Cukai Bontang menerakan capaian kinerja penerimaan negara 597,16% dari target menjadi sebesar Rp177,6 miliar. Dua faktor kunci menjadi pendorongnya.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Bontang, Rida Budi Santoso menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah sinergi antara penegakan aturan yang tegas, dan pemberian kemudahan layanan kepada pelaku usaha.
“Ini berkat penguatan fungsi pengawasan serta optimalisasi pelayanan kepada pengguna jasa,” ujarnya seperti dilansir DJBC, Selasa (27/1/2026).
Ia menyebutkan bahwa realisasi penerimaan 2025 melampaui target yang sebesar Rp29,7 miliar. Selain itu, capaian tersebut juga menunjukkan pertumbuhan 31,19% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy).
“Capaian signifikan terutama terlihat pada sektor bea keluar yang didorong oleh kinerja ekspor komoditas crude palm oil (CPO) dan produk turunannya,” ujarnya
Berdasarkan data rincian penerimaan, sektor bea keluar mencatatkan kontribusi terbesar dengan nilai mencapai Rp164,7 miliar. Sementara itu, penerimaan dari bea masuk tercatat sebesar Rp12,7 miliar.
Tingginya capaian tersebut, menurut Rida, tidak lepas dari upaya ekstra yang dilakukan melalui penguatan instrumen penegakan administrasi kepabeanan dan cukai.
Selain berperan sebagai revenue collector, Bea Cukai Bontang juga terus memperkuat fungsi sebagai community protector.
Hingga Desember 2025, Bea Cukai Bontang melakukan 39 kegiatan pengawasan rokok ilegal dan menindak 181.920 batang sigaret jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).
Upaya pengawasan tersebut mampu mengamankan potensi kerugian negara sebesar Rp224,9 juta atau meningkat 27,34% dibandingkan capaian pada tahun sebelumnya.
“Hal ini menunjukkan konsistensi kami dalam menjaga penerimaan negara sekaligus melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal,” ungkap Rida.
Capaian kinerja sepanjang 2025 ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektoral yang terjalin dengan baik. Dukungan dari TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung Bea Cukai Bontang menjaga kedaulatan ekonomi di wilayah Kota Bontang.












