Kinerja Penerimaan Bea Cukai Bontang Melejit, Dua Faktor Jadi Pendorongnya

- Pewarta

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selain berperan sebagai revenue collector, Bea Cukai Bontang juga terus memperkuat fungsi sebagai community protector. - Foto DJBC

Selain berperan sebagai revenue collector, Bea Cukai Bontang juga terus memperkuat fungsi sebagai community protector. - Foto DJBC

Teranusantara.com, BONTANG – Bea Cukai Bontang menerakan capaian kinerja penerimaan negara 597,16% dari target menjadi sebesar Rp177,6 miliar. Dua faktor kunci menjadi pendorongnya.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Bontang, Rida Budi Santoso menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah sinergi antara penegakan aturan yang tegas, dan pemberian kemudahan layanan kepada pelaku usaha.

“Ini berkat penguatan fungsi pengawasan serta optimalisasi pelayanan kepada pengguna jasa,” ujarnya seperti dilansir DJBC, Selasa (27/1/2026).

Ia menyebutkan bahwa realisasi penerimaan 2025 melampaui target yang sebesar Rp29,7 miliar. Selain itu, capaian tersebut juga menunjukkan pertumbuhan 31,19% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy).

“Capaian signifikan terutama terlihat pada sektor bea keluar yang didorong oleh kinerja ekspor komoditas crude palm oil (CPO) dan produk turunannya,” ujarnya

Berdasarkan data rincian penerimaan, sektor bea keluar mencatatkan kontribusi terbesar dengan nilai mencapai Rp164,7 miliar. Sementara itu, penerimaan dari bea masuk tercatat sebesar Rp12,7 miliar.

Tingginya capaian tersebut, menurut Rida, tidak lepas dari upaya ekstra yang dilakukan melalui penguatan instrumen penegakan administrasi kepabeanan dan cukai.

Selain berperan sebagai revenue collector, Bea Cukai Bontang juga terus memperkuat fungsi sebagai community protector.

Hingga Desember 2025, Bea Cukai Bontang melakukan 39 kegiatan pengawasan rokok ilegal dan menindak 181.920 batang sigaret jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Upaya pengawasan tersebut mampu mengamankan potensi kerugian negara sebesar Rp224,9 juta atau meningkat 27,34% dibandingkan capaian pada tahun sebelumnya.

“Hal ini menunjukkan konsistensi kami dalam menjaga penerimaan negara sekaligus melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal,” ungkap Rida.

Capaian kinerja sepanjang 2025 ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektoral yang terjalin dengan baik. Dukungan dari TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung Bea Cukai Bontang menjaga kedaulatan ekonomi di wilayah Kota Bontang.

 

Berita Terkait

IBM Luncurkan Bob, Mitra AI Percepat Pengembangan Perangkat Lunak Enterprise
Nirkebijakan Industri, Indonesia Keok Sama Anak Bawang Vietnam
RedDoorz: Perilaku Wisatawan Gen Z Berubah, Jogja Tetap Tujuan Favorit
Dulang Cuan, CV Yong Fisheries Ekspor Lagi Kerapu Hidup ke Hong Kong
Berhemat Devisa, Indonesia dan Filipina Teken Imbal Dagang Rp6,29 Triliun
Wisatawan Mengarah Efisiensi, Hotel Palette Justru Ekspansi 7 Properti
Ofero Luncurkan Empat Kendaraan Listrik Baru, Resmikan Perakitan di Semarang
Dari Es Campur hingga Roti Kukus, Kisah UMKM yang Tumbuh Berkat Digitalisasi

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:59 WIB

Kapolri Tegaskan Penanganan Transparan Kasus Dugaan Penganiayaan Brimob di Maluku Tenggara

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:07 WIB

OJK Tegaskan Jual-Beli Rekening Tindak Pidana, Pelaku Terancam Penjara

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:23 WIB

Ahok Sebut Lapangan Golf Sebagai “Tempat Negosiasi Minyak Paling Sehat dan Murah” dalam Sidang Korupsi Pertamina

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:31 WIB

Komisi III DPR RI Nyatakan Kasus Guru Honorer Tri Wulandari di Jambi Selesai

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:07 WIB

Dugaan Penipuan Proyek Perumahan Rp28 Miliar, Bareskrim Naikkan Kasus Bupati Sidoarjo ke Penyidikan

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:03 WIB

KPK Tangkap Bupati Pati Sudewo dalam OTT Terkait Pengisian Jabatan Perangkat Desa

Senin, 19 Januari 2026 - 19:33 WIB

KPK OTT Bupati Pati Sudewo, Diamankan di Jawa Tengah

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:35 WIB

RUU HAPER dan Perampasan Aset Masuk DPR, Komisi III Tegaskan Penyusunan Akuntabel

Berita Terbaru