Antisipasi Gangguan Cuaca, Pemerintah Percepat Distribusi Bahan Pokok Jelang Ramadan

- Pewarta

Jumat, 30 Januari 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Truk muat barang kebutuhan pokok. Rakor bertujuan memastikan kelancaran distribusi bapok jelang HBKN di tengah kondisi cuaca saat ini serta kesiapan seluruh infrastruktur distribusi, baik darat, laut, maupun udara. - Foto Alfi

Truk muat barang kebutuhan pokok. Rakor bertujuan memastikan kelancaran distribusi bapok jelang HBKN di tengah kondisi cuaca saat ini serta kesiapan seluruh infrastruktur distribusi, baik darat, laut, maupun udara. - Foto Alfi

Teranusantara.com, JAKARTA – Kementerian Perdagangan akan mempercepat distribusi barang-barang kebutuhan pokok sebelum masuknya momentum Puasa dan Idulfitri 1447 H. Strategi ini untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi di tengah kondisi cuaca saat ini.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal S. Shofwan setelah memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H hari ini, Kamis, (29/1/2026) di kantor Kemendag, Jakarta.

Rakor bertujuan memastikan kelancaran distribusi bapok jelang HBKN di tengah kondisi cuaca saat ini serta kesiapan seluruh infrastruktur distribusi, baik darat, laut, maupun udara. Upaya ini untuk menjaga ketersediaan bapok dan mencapai stabilitas harga saat HBKN.

“Terkait dengan distribusi, faktor yang perlu menjadi perhatian adalah cuaca pada Februari dan Maret 2026. Kami sepakat, semua distributor termasuk Bulog dan ID Food agar sudah melancarkan pendistribusian bapok ke semua daerah di Indonesia (sebelum HBKN),” ungkap Iqbal.

Mengutip informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) dalam rakor tersebut, kondisi cuaca pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2026 perlu menjadi perhatian. Kondisi cuaca ini terutama untuk Pulau Sumatra, Sulawesi, dan Papua.

Iqbal mengatakan, dipercepatnya penyaluran bapok ke berbagai wilayah adalah untuk memastikan ketersediaan stok bapok di wilayah tersebut saat HBKN.

Untuk mempercepat distribusi antarpulau dan ke wilayah Timur Indonesia, perlu dukungan logistik dan pengangkutan menggunakan tol laut.

Untuk itu, Iqbal menyampaikan, rapat koordinasi turut membahas kesiapan layanan pelabuhan dengan Kementerian Perhubungan. Salah satu upayanya adalah menginventarisasi kontainer untuk penugasan dan pelaksanaan distribusi melalui tol laut.

Sementara itu, Iqbal juga mengungkapkan sudah terlihatnya hasil implementasi ‘Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat’. Permendag ini mengatur alokasi domestic market obligation (DMO) minyak goreng sawit sebesar 35 persen untuk minyak goreng rakyat. Saat ini, harga Minyakita telah turun hingga Rp300 per liter.

“Harga rata-rata nasional Minyakita saat ini Rp16.500 per liter, lebih rendah dibandingkan minggu sebelumnya. Kami harapkan jika (DMO minyak goreng) sudah berjalan optimal di akhir bulan ini, HET bisa tercapai sesuai dengan yang kita sepakati bersama,” ungkap Iqbal.

Iqbal mengungkapkan, stok telur ayam secara nasional saat ini dalam kondisi surplus. Iqbal mengimbau dinas perdagangan di seluruh Indonesia untuk berkoordinasi dengan asosiasi peternak ayam petelur jika membutuhkan telur ayam, sehingga masyarakat dapat menikmati pasokan telur ayam yang sedang berlimpah.

“Jika misalnya ada dinamika terkait dengan ketersediaan stok telur, silakan hubungi kami atau langsung kepada Asosiasi Peternak Ayam Petelur Indonesia (Pinsar Petelur Nasional),” ujar Iqbal.

Dinas perdagangan juga diimbau untuk menginisiasi rapat koordinasi di wilayah masing-masing bersama pemangku kepentingan terkait, mengintensifkan pemantauan harga dan stok, meningkatkan kerja sama perdagangan komoditas bapok antardaerah, serta memperkuat koordinasi dengan Bulog dan BUMN pangan.

Tujuannya, untuk mengoptimalkan distribusi pasokan ke pasar rakyat pantauan dan pasar rakyat lainnya.

Selain itu, diharapkan seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, asosiasi, dan pelaku usaha swasta bersinergi sesuai peran dan wewenangnya. Langkah ini untuk mendukung upaya menjaga kelancaran pasokan, distribusi dan perdagangan bapok, termasuk barang penting seperti gas elpiji, serta mengedepankan komunikasi publik yang positif dan kondusif kepada masyarakat pada periode menjelang, saat, hingga pasca-Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

 

Berita Terkait

IBM Luncurkan Bob, Mitra AI Percepat Pengembangan Perangkat Lunak Enterprise
Nirkebijakan Industri, Indonesia Keok Sama Anak Bawang Vietnam
RedDoorz: Perilaku Wisatawan Gen Z Berubah, Jogja Tetap Tujuan Favorit
Dulang Cuan, CV Yong Fisheries Ekspor Lagi Kerapu Hidup ke Hong Kong
Berhemat Devisa, Indonesia dan Filipina Teken Imbal Dagang Rp6,29 Triliun
Wisatawan Mengarah Efisiensi, Hotel Palette Justru Ekspansi 7 Properti
Ofero Luncurkan Empat Kendaraan Listrik Baru, Resmikan Perakitan di Semarang
Dari Es Campur hingga Roti Kukus, Kisah UMKM yang Tumbuh Berkat Digitalisasi

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:09 WIB

Kia Ajak Media Jajal The All-New Seltos di Berbagai Kondisi Jalan

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:38 WIB

Hino Perkuat Kepercayaan Operator Bus di Sumatera

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:41 WIB

Dealer JAECOO Terbesar Hadir di Pondok Pinang, Mampu Layani 54 Kendaraan per Hari

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:59 WIB

Mitsubishi Motors Siapkan Debut Global All-New Pajero di Musim Gugur 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:09 WIB

Ofero Rakit Sepeda Listrik di Semarang, Luncurkan 4 Model

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:40 WIB

Cek Mitos atau Fakta, Uji Emisi Bikin Konsumsi Bensin Semakin Irit?

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:08 WIB

Hino Serahkan Unit Bus RM280 ABS ke PO PHD Trans di Ajang Busworld Southeast Asia 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:17 WIB

Dobrak Standar Baru, Juragan99 Luncurkan Bus Premium dengan Bioskop Berjalan

Berita Terbaru