Kemendagri Minta Pemda Bergerak Cepat Tindak Kenaikan Harga Bahan Pokok

- Pewarta

Kamis, 19 Februari 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir. (Foto: Kemendagri/Tera Nusantara.com)

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir. (Foto: Kemendagri/Tera Nusantara.com)

Teranusantara.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta jajaran pemerintah daerah (pemda) di seluruh Indonesia untuk bergerak cepat dan responsif dalam menindaklanjuti setiap kenaikan harga bahan pokok di wilayah masing-masing.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul mulai terlihatnya gejolak harga di sejumlah daerah, meskipun bulan suci Ramadan belum dimulai.

“Begitu ada kenaikan di atas harga eceran tertinggi tadi, segera dalami, kenapa naik,” ujar Tomsi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, setiap kenaikan harga, sekecil apa pun, harus segera ditangani secara serius. Ia menekankan bahwa kenaikan harga yang tidak segera direspons berpotensi berkembang menjadi lonjakan besar dan berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan harga bahan pokok menjadi tanggung jawab utama pemerintah sebagai bentuk perlindungan terhadap kesejahteraan rakyat, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan konsumsi.

Baca Juga : Kemenekraf Perkuat Kualitas MBG Lewat Program MASAMO di Lampung

“Belum juga masuk Ramadan, harga sudah naik. Nah ini yang merupakan tantangan kita semua,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tomsi juga menyoroti adanya anomali harga di sejumlah daerah produsen. Ia menilai kenaikan harga di wilayah penghasil komoditas tertentu justru memerlukan perhatian khusus agar tidak terjadi penyimpangan dalam rantai pasok dan distribusi.

“Daerah-daerah penghasil cabai itu malah naik. Ini kan harus jelas nih, kenapa daerah penghasil cabai naik, padahal cabainya melimpah,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Tomsi meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Satuan Tugas (Satgas) Pangan, serta instansi terkait lainnya agar meningkatkan pengawasan langsung di lapangan. Ia menegaskan, pengendalian inflasi tidak boleh berhenti pada rapat koordinasi semata, tetapi harus diwujudkan melalui pemantauan nyata di pasar tradisional, pusat distribusi, hingga jalur pasok bahan pokok.

Lebih lanjut, Tomsi mengingatkan aparatur pemerintah agar tidak menilai kenaikan harga hanya dari sudut pandang pribadi. Menurutnya, kenaikan harga yang dianggap kecil oleh sebagian pihak bisa menjadi beban berat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga : Komisi VII DPR Sambut Positif Diskon Tiket Pesawat 17-18 Persen

“Jangan ngukur pakai badan kita. Kalau ngukur pakai badan kita naiknya sedikit, tapi bagi masyarakat naiknya kerasa,” tuturnya.

Ia berharap, dengan disiplin, kemauan keras, serta pengawasan yang berkelanjutan, pemerintah pusat dan daerah mampu menjaga stabilitas harga pangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan ketersediaan bahan pokok yang terjangkau sekaligus memperkuat peran negara dalam melindungi kesejahteraan rakyat di tengah dinamika ekonomi dan meningkatnya kebutuhan menjelang Ramadan.

Berita Terkait

Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Tak Dipecat, LBH Akal Hidup: Kepercayaan Publik Dipertaruhkan
TEP 2026 IPB University, Kampus Percepat Kemajuan Kawasan Transmigrasi
Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Novanto Sabet Pemred Award 2026, Tegaskan Pentingnya Pers yang Kredibel
Dari Ruang Kelas Lahir Inovasi: Tiga Aplikasi AI Karya Mahasiswa STMIK Kebumen
Silaturahmi ke Anggota DPR RI, Pimpinan STMIK Kebumen Paparkan Gagasan Pengembangan Kampus Berbasis Potensi Daerah
Soal Bansos, Andi Najmi: Uang Tunai Langsung Rawan Dipakai Judol
Fujifilm, Siloam Hadirkan Solusi AI Klinis Tingkatan Standar Layanan Kesehatan
Bantu Perkuat Kedaulatan Udara, Thales Serahkan Dua Radar GM403 Pertama ke Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:09 WIB

Kia Ajak Media Jajal The All-New Seltos di Berbagai Kondisi Jalan

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:38 WIB

Hino Perkuat Kepercayaan Operator Bus di Sumatera

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:41 WIB

Dealer JAECOO Terbesar Hadir di Pondok Pinang, Mampu Layani 54 Kendaraan per Hari

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:59 WIB

Mitsubishi Motors Siapkan Debut Global All-New Pajero di Musim Gugur 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:09 WIB

Ofero Rakit Sepeda Listrik di Semarang, Luncurkan 4 Model

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:40 WIB

Cek Mitos atau Fakta, Uji Emisi Bikin Konsumsi Bensin Semakin Irit?

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:08 WIB

Hino Serahkan Unit Bus RM280 ABS ke PO PHD Trans di Ajang Busworld Southeast Asia 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:17 WIB

Dobrak Standar Baru, Juragan99 Luncurkan Bus Premium dengan Bioskop Berjalan

Berita Terbaru