Akses Informasi Ditutup, SPPG Muhammadiyah Banyuwangi dan Korwil MBG Disorot Swara Milenial

- Pewarta

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Badan Bergizi Nasional.

Logo Badan Bergizi Nasional.

Terranusamtara.com, Banyuwangi – Polemik keterbukaan informasi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banyuwangi kembali mencuat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah di Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, dinilai tertutup terhadap kontrol publik.

Kondisi tersebut terungkap saat tim Swara Milenial, organisasi nirlaba berbasis di Jakarta, berupaya meminta klarifikasi terkait operasional SPPG, namun tidak diizinkan bertemu dengan pengelola. Sikap tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik, mengingat program MBG dibiayai oleh dana negara melalui APBN.

Maulana Fikry dari Swara Milenial mengaku kecewa dengan sikap Kepala SPPG Muhammadiyah, Aldino Trian Saputro, yang menolak kedatangan pihaknya. Menurutnya, pihaknya hanya ingin mengkonfirmasi sejumlah informasi yang berkembang di lapangan.

“Kalau memang tidak ada masalah, seharusnya tidak perlu menghindar. Kami hanya ingin memastikan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran,” kata Fikry.

Baca Juga : Kemensos dan BGN Matangkan Skema Makan Bergizi Gratis untuk Lansia dan Disabilitas

Ia menambahkan, sikap tertutup tersebut justru menimbulkan kecurigaan publik. Apalagi sebelumnya beredar laporan terkait dugaan menu makanan kering yang tidak memenuhi standar, seperti buah yang sudah busuk, serta adanya dugaan mark up harga bahan pangan.

Fikry juga mempertanyakan alasan Aldino yang menyebut tidak mendapatkan izin dari Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Banyuwangi untuk menerima pihak Swara Milenial. Menurutnya, alasan tersebut justru mengindikasikan adanya pola penutupan akses informasi secara sistematis.

“Alasan itu justru membuat publik bertanya-tanya. Program nasional seperti MBG seharusnya terbuka terhadap pengawasan masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Swara Milenial juga menyoroti sikap Koordinator Wilayah SPPG Banyuwangi, Masrulin, yang dinilai sulit dihubungi. Upaya komunikasi melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon disebut tidak mendapatkan respons.

Padahal, kata Fikry, pihaknya ingin mengkonfirmasi sejumlah temuan di lapangan selama melakukan pemantauan terhadap operasional SPPG di Banyuwangi. Beberapa temuan yang disoroti antara lain kepala SPPG yang sulit dihubungi, pengadaan bahan baku yang dilakukan sendiri oleh kepala SPPG, kualitas makanan yang diduga tidak layak, serta indikasi mark up harga bahan pangan.

“Itu temuan yang cukup serius dan tidak mungkin luput dari pengawasan korwil. Kalau korwil juga tidak merespons, tentu publik berhak curiga ada sesuatu yang ditutup-tutupi,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Swara Milenial berencana melayangkan laporan resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan juga mengajukan sengketa informasi ke Komisi Informasi agar akses transparansi dalam program MBG tetap terjaga.

Baca Juga : MBG Dinilai Strategis Tentukan Masa Depan Bangsa

Selain itu, mereka juga meminta Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan perhatian terhadap yayasan yang mengelola SPPG tersebut. Pasalnya, lokasi SPPG berada di lingkungan SMK Muhammadiyah 4 Glenmore, sehingga dinilai perlu menjaga reputasi organisasi.

“Muhammadiyah adalah organisasi besar dan modern. Jangan sampai reputasinya tercoreng oleh ulah oknum di lapangan,” tegas Fikry.

Swara Milenial menegaskan bahwa program MBG merupakan program strategis nasional yang menggunakan dana APBN sehingga wajib terbuka terhadap pengawasan publik.

“Dana program ini berasal dari negara. Artinya publik berhak mengetahui bagaimana pelaksanaannya. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Fujifilm, Siloam Hadirkan Solusi AI Klinis Tingkatan Standar Layanan Kesehatan
Bantu Perkuat Kedaulatan Udara, Thales Serahkan Dua Radar GM403 Pertama ke Indonesia
Hadir di Rakernas Inkopontren, PRUVIU Tawarkan Solusi Antikredit Macet
Prabowo Subianto Akui Ada Pejabat Mengecewakan
Geger Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi Indonesia di Yordania, HPMI Keluarkan Pernyataan Sikap Tegas
Kemensos dan BGN Matangkan Skema Makan Bergizi Gratis untuk Lansia dan Disabilitas
Komisi VIII DPR RI Serap Aspirasi dan Awasi Penyaluran Bansos di Batam
Kapolri Tegaskan Penanganan Transparan Kasus Dugaan Penganiayaan Brimob di Maluku Tenggara

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:40 WIB

Cek Mitos atau Fakta, Uji Emisi Bikin Konsumsi Bensin Semakin Irit?

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:08 WIB

Hino Serahkan Unit Bus RM280 ABS ke PO PHD Trans di Ajang Busworld Southeast Asia 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 17:41 WIB

Maksimalkan Uptime Pelanggan, Hino Tingkatkan Dealer di Yogyakarta

Kamis, 29 Januari 2026 - 04:50 WIB

Quality Update, Suzuki Grand Vitara Berpotensi Alami Masalah Komponen

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:04 WIB

Cuaca Ekstrem, Mobil SUV Makin Menjadi Pilihan

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:57 WIB

Tambah Diler, Mitsubishi Motors Penetrasi Pasar Sulawesi

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ekspansi! Jaecoo Resmikan Diler Mobil Semarang

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:22 WIB

Mitsubishi Motors Gelar Kontes Diler 2025, Simak Para Pemenangnya

Berita Terbaru