Teranusantara.com, Bogor – Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, mengapresiasi hasil survei KedaiKOPI terkait program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang menunjukkan dukungan publik terus meningkat. Menkop menekankan bahwa temuan ini dapat menjadi acuan bagi Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam merumuskan strategi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program strategis tersebut.
“Ini menjadi pertaruhan bagi kita semua bahwa Kopdes Merah Putih harus beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Menkop Ferry saat memimpin Rapat Kerja (Raker) Kemenkop di Bogor, Senin (12/1).
Raker tersebut dihadiri Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi, seluruh pimpinan tinggi madya dan pratama, serta Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio.
Menkop Ferry mengingatkan agar hasil survei tidak membuat seluruh jajaran Kemenkop berpuas diri. Menurutnya, tahun 2026 akan menjadi tahun penuh tantangan, terutama dengan target puluhan ribu Kopdes/Kel Merah Putih segera beroperasi aktif pada Maret–April mendatang.
Baca Juga : Menteri UMKM Dorong Program Strategis Pemulihan UMKM Terdampak Banjir di Sumatera
Selain itu, Menkop mendorong optimalisasi sumber daya Kemenkop untuk menyosialisasikan program Kopdes/Kel Merah Putih kepada anak muda, terutama generasi Gen Z. Menurutnya, koperasi ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan lapangan kerja yang dihadapi generasi muda.
“Harapannya kita bisa menyasar milenial dan Gen Z agar Kopdes dapat membantu menyediakan lapangan kerja bagi mereka,” ujarnya.
Menkop Ferry menegaskan komitmen kuatnya untuk memastikan Kopdes/Kel Merah Putih berjalan optimal. Ia menekankan pentingnya sinergi, kolaborasi, dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kemenkop, termasuk penyediaan modul pelatihan bagi pengurus dan pengawas koperasi.
Hasil survei KedaiKOPI, yang dilakukan secara online pada 10–15 Desember 2025 terhadap 2.044 responden, menunjukkan 76,1 persen masyarakat sudah mengetahui program Kopdes/Kel Merah Putih, sementara 82,7 persen mendukung implementasinya. Di daerah yang sudah memiliki Kopdes berjalan, tingkat kepuasan masyarakat mencapai 96,3 persen.
“Hasil survei ini menjadi energi positif bagi kita. Artinya, masyarakat menaruh harapan besar pada koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal,” kata Menkop Ferry.
Founder KedaiKOPI, Hendri Satrio, menambahkan bahwa citra koperasi selama ini masih identik dengan simpan pinjam, namun program Kopdes/Kel Merah Putih membuka pandangan baru bagi masyarakat dengan harapan perubahan signifikan. Sebanyak 70 persen responden memahami tujuan utama koperasi adalah kesejahteraan anggota, dan 81,3 persen memahami koperasi dijalankan dengan asas kekeluargaan.
“Dukungan publik yang kuat ini bisa menjadikan tahun 2026 sebagai tonggak keberhasilan Kopdes Merah Putih,” ujar Hendri. Ia juga menekankan pentingnya koperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung usaha warga, menyediakan harga terjangkau, serta dijalankan secara transparan dan profesional.
Dengan dukungan masyarakat yang terus meningkat, Kemenkop optimistis Kopdes/Kel Merah Putih akan menjadi program strategis yang membawa perubahan positif bagi ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.












