Teranusantara.com, Jakarta – Harga sejumlah bahan pokok di wilayah Jakarta Barat melonjak tajam pada hari pertama puasa Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (19/2/2026). Kenaikan signifikan terjadi pada komoditas cabai, bawang merah, telur ayam, hingga daging sapi, yang memicu kekhawatiran pedagang dan konsumen terkait daya beli masyarakat.
Di Pasar Tomang Barat, Grogol Petamburan, pedagang sayur-mayur bernama Nuh (65) mengungkapkan, harga cabai rawit setan meroket dari sebelumnya Rp50 ribu–Rp60 ribu per kilogram menjadi Rp100 ribu–Rp110 ribu per kilogram. Menurutnya, lonjakan harga tersebut sudah terjadi sejak sepekan sebelum Ramadan.
“Itu sudah seminggu sebelum puasa naiknya,” kata Nuh, Kamis (19/2/2026).
Selain cabai rawit, harga cabai keriting naik dari Rp35 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram, sedangkan cabai tewe merah menembus Rp55 ribu–Rp60 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp35 ribu.
Kenaikan juga terjadi pada bawang merah yang kini dijual Rp50 ribu per kilogram, naik dari Rp35 ribu. Nuh menilai, lonjakan harga berdampak langsung terhadap penurunan minat beli masyarakat.
“Kondisi ini bikin pembeli berkurang. Banyak yang mengeluh karena harga terlalu tinggi,” ujarnya.
Baca Juga : Kemendagri Minta Pemda Bergerak Cepat Tindak Kenaikan Harga Bahan Pokok
Kenaikan serupa juga terjadi pada komoditas telur ayam. Pedagang telur di pasar yang sama, Luki (25), menyebut harga telur naik dari Rp28 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram. Ia memprediksi harga masih berpotensi meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Biasanya naik lagi pas mau Lebaran. Bisa sampai sekitar Rp34 ribu lebih per kilo,” kata Luki.
Lonjakan harga pangan turut dirasakan di Pasar Meruya Ilir, Kembangan, Jakarta Barat. Pedagang daging sapi, Suminta, menyampaikan harga daging sapi naik dari Rp140 ribu menjadi Rp150 ribu per kilogram sejak sepekan sebelum puasa. Sementara itu, pedagang ayam potong, Nur, mengeluhkan kenaikan harga ayam yang terus merangkak naik tanpa tanda-tanda penurunan.
“Sekarang enggak ada yang murah. Semuanya pada naik,” keluhnya.
Di sisi lain, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Metro Jaya memperketat pengawasan harga bahan pokok di sejumlah pasar, salah satunya di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pedagang tidak menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) maupun harga acuan pemerintah (HAP).
Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Ardila Amry, menegaskan pengawasan dilakukan secara berkelanjutan melalui langkah preemtif dan preventif. “Kami terus melakukan pemantauan setiap hari untuk memastikan stabilitas harga di pasar,” ujarnya.
Baca Juga : Stasiun Pasar Senen Dipadati Penumpang Jelang Imlek dan Ramadan
Selain pemantauan, Satgas Pangan juga menggandeng Dinas Perdagangan untuk memberikan teguran administratif kepada pedagang yang melanggar ketentuan harga. Langkah ini diharapkan mampu menekan praktik spekulasi serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Ramadan hingga Lebaran.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan, sementara para pedagang diminta mematuhi aturan harga demi menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.












