Cuaca Ekstrem Terjang Jakarta, DPRD Nilai PJJ–WFH Langkah Paling Masuk Akal

- Pewarta

Minggu, 25 Januari 2026 - 00:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono. (Foto: Setwan DPRD DKI/Tera Nusantara.com)

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono. (Foto: Setwan DPRD DKI/Tera Nusantara.com)

Teranusantara.com, Jakarta – Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat, Mujiyono, menilai kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Work From Home (WFH) hingga 28 Januari sebagai langkah antisipasi yang tepat di tengah ancaman cuaca ekstrem yang melanda Jakarta.

Menurut Mujiyono, ketika risiko cuaca sudah diperingatkan sejak awal oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pengurangan mobilitas justru menjadi pilihan paling rasional dibanding memaksakan aktivitas berjalan normal.

“Peringatan BMKG seharusnya menjadi dasar kebijakan, bukan diabaikan dengan alasan aktivitas harus tetap berjalan seperti biasa,” kata Mujiyono saat dihubungi Inilah.com di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

Ia menegaskan, dampak cuaca ekstrem di Jakarta sudah berulang dan nyata, mulai dari genangan, kemacetan panjang, kecelakaan lalu lintas, hingga gangguan kesehatan masyarakat.

“Dalam situasi seperti ini, pencegahan jauh lebih tepat daripada memaksakan aktivitas berjalan normal,” ujarnya.

Baca Juga : Gubernur Pramono: Jakarta Hadapi Cuaca Ekstrem di Tengah Fenomena Global

Mujiyono juga mewanti-wanti perusahaan swasta agar tidak bersikap kaku dan memberi ruang lebih luas bagi penerapan WFH, terutama bagi pekerja yang jalur menuju kantor terganggu hujan deras, banjir lokal, atau kemacetan parah.

“Tidak boleh ada paksaan masuk kerja ketika kondisi lapangan tidak aman,” tegasnya.

Ia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan saluran pengaduan yang jelas bagi pekerja yang mengalami tekanan atau paksaan dari tempat kerja selama masa cuaca ekstrem, agar laporan dapat ditangani secara cepat dan transparan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada pekerja transportasi daring. Mujiyono menilai para pengemudi ojek dan taksi online merupakan kelompok yang paling cepat terdampak karena bergantung pada pendapatan harian.

“Operator aplikasi tidak boleh lepas tangan. Harus ada kebijakan yang adil, termasuk kompensasi atau perlindungan pendapatan, agar risiko tidak sepenuhnya dibebankan kepada pengemudi,” ucapnya.

Di sektor pendidikan, Mujiyono menekankan agar kebijakan PJJ benar-benar diawasi pelaksanaannya. Ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak sekadar memindahkan masalah ke rumah dan justru menambah beban siswa serta orang tua, terutama yang memiliki keterbatasan akses.

Meski aktivitas dibatasi, Mujiyono menegaskan aparat tidak boleh mengendurkan kesiapsiagaan. Justru, penguatan di lapangan harus menjadi prioritas.

“Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) harus siaga penuh. Selain kebakaran, mereka memiliki fungsi penyelamatan dan evakuasi dengan peralatan SAR,” ujarnya.

Baca Juga : Kemensos Turunkan Bantuan Darurat, Longsor Cisarua Telan 6 Korban Jiwa dan Puluhan Rumah Rusak

Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memimpin koordinasi lintas SKPD agar seluruh jajaran bergerak dalam satu komando. Satpol PP diminta menjaga titik-titik rawan, sementara Dinas Sosial, camat, dan lurah diharapkan aktif memantau warga terdampak.

“Sikap saya jelas, kebijakan ini bersifat sementara dan akan menyesuaikan kondisi cuaca. Namun selama risiko masih tinggi, keselamatan warga—termasuk pekerja swasta, pengemudi transportasi online, dan anak sekolah—harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan,” pungkas Mujiyono.

Berita Terkait

Fujifilm, Siloam Hadirkan Solusi AI Klinis Tingkatan Standar Layanan Kesehatan
Bantu Perkuat Kedaulatan Udara, Thales Serahkan Dua Radar GM403 Pertama ke Indonesia
Hadir di Rakernas Inkopontren, PRUVIU Tawarkan Solusi Antikredit Macet
Prabowo Subianto Akui Ada Pejabat Mengecewakan
Akses Informasi Ditutup, SPPG Muhammadiyah Banyuwangi dan Korwil MBG Disorot Swara Milenial
Geger Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi Indonesia di Yordania, HPMI Keluarkan Pernyataan Sikap Tegas
Kemensos dan BGN Matangkan Skema Makan Bergizi Gratis untuk Lansia dan Disabilitas
Komisi VIII DPR RI Serap Aspirasi dan Awasi Penyaluran Bansos di Batam

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:40 WIB

Cek Mitos atau Fakta, Uji Emisi Bikin Konsumsi Bensin Semakin Irit?

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:08 WIB

Hino Serahkan Unit Bus RM280 ABS ke PO PHD Trans di Ajang Busworld Southeast Asia 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 17:41 WIB

Maksimalkan Uptime Pelanggan, Hino Tingkatkan Dealer di Yogyakarta

Kamis, 29 Januari 2026 - 04:50 WIB

Quality Update, Suzuki Grand Vitara Berpotensi Alami Masalah Komponen

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:04 WIB

Cuaca Ekstrem, Mobil SUV Makin Menjadi Pilihan

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:57 WIB

Tambah Diler, Mitsubishi Motors Penetrasi Pasar Sulawesi

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ekspansi! Jaecoo Resmikan Diler Mobil Semarang

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:22 WIB

Mitsubishi Motors Gelar Kontes Diler 2025, Simak Para Pemenangnya

Berita Terbaru