Teranusantara.com, Jakarta — Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk membangun pusat kreatif (creative hub) Indonesia di luar negeri guna menciptakan ekosistem diplomasi budaya yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Novita dalam rapat kerja bersama Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis. Ia menilai diplomasi budaya Indonesia saat ini masih bersifat seremonial dan belum terbangun sebagai sebuah ekosistem yang kuat.
“Kemenekraf masih mengemas diplomasi budaya bersifat etalase, bukan ekosistem. Kalau misalnya kita membahas, ekraf Korea siapa yang tidak tahu. Korea itu punya creative hub di Indonesia,” ujar Novita.
Ia mencontohkan bagaimana pelaku industri kreatif Korea, termasuk rumah produksi, telah lama berkiprah dan berkembang di Indonesia. Sebaliknya, Indonesia belum memiliki pusat kreatif di Korea atau negara lain yang dapat menjadi wadah penjajakan bisnis, kolaborasi, hingga penguatan kekayaan intelektual.
Baca Juga : Komisi III DPR RI Nyatakan Kasus Guru Honorer Tri Wulandari di Jambi Selesai
Menurut Novita, ketiadaan creative hub Indonesia di luar negeri membuat hubungan budaya dengan negara-negara maju belum terbangun secara optimal. Dampaknya, kerja sama yang terjalin masih bersifat jangka pendek dan transaksional.
“Hubungan dengan negara-negara maju itu hanya per acara, bukan kemitraan jangka panjang. Apakah ada grand design creative hub Indonesia di kota-kota kunci dunia seperti London, New York, Tokyo, atau Korea?” kata dia.
Selain isu diplomasi budaya, Novita juga menyoroti pentingnya penguatan pengaman sosial bagi pekerja industri kreatif. Ia menilai hingga kini pekerja ekraf di Indonesia belum memperoleh perlindungan yang setara dengan standar global.
“Kalau ini tidak digarap oleh Kemenekraf, akan terjadi brain drain. Talenta-talenta terbaik Indonesia bisa memilih ke luar negeri karena sistem di negara maju lebih menjamin masa depan mereka secara manusiawi,” ujarnya.
Baca Juga : Ahmad Yohan: Perikanan Budidaya Dinilai Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional
Lebih lanjut, Novita menekankan pentingnya pendekatan humanisme dalam pengembangan industri ekonomi kreatif. Ia menilai kepercayaan para kreator hanya dapat dibangun jika negara hadir melalui kepastian perlindungan hukum, jaminan kesehatan, dan keamanan kerja bagi para pelaku industri kreatif nasional.












