Teranusantara.com, Yogyakarta – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI) harus bertransformasi menjadi organisasi modern yang berperan nyata bagi pembangunan bangsa, bukan sekadar menjadi tempat berkumpul bagi anak dan cucu transmigran.
Pernyataan tersebut disampaikan saat penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PATRI di Yogyakarta, Minggu (7/2).
Rakernas yang digelar di Gedung Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta itu mengangkat tema “Penguatan Peran PATRI Dalam Mendukung Pembangunan Kawasan Transmigrasi yang Berkelanjutan”. Acara dihadiri seluruh pengurus Dewan Pengurus Daerah PATRI dari berbagai provinsi.
Viva Yoga mengungkapkan bahwa PATRI yang berdiri pada 16 Februari 2004 harus mampu menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan program-program pembangunan.
“Hadirnya PATRI membuat program yang dijalankan oleh pemerintah bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Baca Juga : Indonesia ASRI: Jangan Hanya Negara yang Bekerja, Konsumen Harus Bertanggung Jawab
Kementerian Transmigrasi, menurut Viva Yoga, mendukung keberadaan PATRI karena organisasi ini memiliki peran strategis dalam mensukseskan program-program kementerian.
“Kita akan bersinergi dengan PATRI untuk mengembangkan kawasan transmigrasi,” tambahnya.
Untuk mewujudkan peran strategis tersebut, Viva Yoga menekankan PATRI harus bergerak secara rapi, berpikir ke depan, berinovasi, kreatif, mampu melakukan regenerasi, serta bertanggung jawab dalam meningkatkan kualitas dan nilai kemajuan.
Dalam kesempatan yang sama, Viva Yoga menjelaskan kepada wartawan bahwa program-program kementerian dijalankan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam merealisasikan Asta Cita. Salah satunya adalah pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
“Kementerian bekerja agar dari kawasan transmigrasi tumbuh potensi unggulan yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan peluang dan lapangan kerja,” katanya.
Viva Yoga menambahkan, untuk mencapai tujuan tersebut, Kementerian Transmigrasi tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan berbagai kementerian, BUMN, pemerintah daerah, dan pihak swasta menjadi kunci. Hal ini terlihat ketika peserta rakernas menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi kawasan transmigrasi.
Baca Juga : Kemenhaj Tegaskan Penanganan Aduan Jemaah Berbasis Mediasi dan Keadilan
Menanggapi keluhan tersebut, Viva Yoga memastikan akan berkoordinasi dengan mitra terkait.
“Terkait masalah pengairan di sawah, kita akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum,” ujarnya.
Lebih lanjut, Viva Yoga menyebut program transmigrasi saat ini menarik perhatian pemerintah daerah. Sebanyak 62 kabupaten mengajukan wilayahnya sebagai kawasan transmigrasi. Menurutnya, transmigrasi kini tidak sekadar memindahkan penduduk, tetapi lebih berorientasi pada pengembangan kawasan.
“Membangun kawasan ekonomi di mana di dalamnya terintegrasinya berbagai aktivitas yang saling mendukung,” ujar Viva Yoga.












