Kemenag dan BI Lhokseumawe Tanam 5.000 Pohon Kopi di Lahan Wakaf Aceh Tengah

- Pewarta

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanaman pohon kopi dalam program bertajuk Gerakan Berwakaf Pohon Kopi, Bermaslahat untuk Umat dan Menjaga Alam dipusatkan di tanah wakaf milik Yayasan Wakaf Ikhlas Beramal di Desa Paya Bener, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (13/2/2026).(Foto: Humas Kemenag/Tera Nusantara.com)

Penanaman pohon kopi dalam program bertajuk Gerakan Berwakaf Pohon Kopi, Bermaslahat untuk Umat dan Menjaga Alam dipusatkan di tanah wakaf milik Yayasan Wakaf Ikhlas Beramal di Desa Paya Bener, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (13/2/2026).(Foto: Humas Kemenag/Tera Nusantara.com)

Teranusantara.com, Jakarta — Upaya memperkuat wakaf produktif sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat terus digencarkan Kementerian Agama di Aceh. Kali ini, Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Tengah berkolaborasi dengan Bank Indonesia Cabang Lhokseumawe meluncurkan penanaman 5.000 batang kopi di lahan wakaf seluas 2,5 hektare.

Program bertajuk Gerakan Berwakaf Pohon Kopi, Bermaslahat untuk Umat dan Menjaga Alam ini dipusatkan di tanah wakaf milik Yayasan Wakaf Ikhlas Beramal, Desa Paya Bener, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (13/2/2026).

Kepala Kantor Kemenag Aceh Tengah, Wahdi MS, menegaskan gerakan tersebut merupakan wujud sinergi lintas lembaga dalam mengembangkan wakaf produktif berbasis pertanian, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi umat yang selaras dengan pelestarian lingkungan.

“Kita berharap ini akan menjadi cikal bakal dari kebangkitan umat dan sekaligus sebagai solusi untuk perekonomian umat,” ujarnya dalam siaran pers Kemenag.

Menurut Wahdi, melalui gerakan ini wakaf tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Komoditas kopi dipilih karena menjadi potensi unggulan daerah serta dinilai ramah terhadap ekosistem Aceh Tengah.

Baca Juga : Kemenag Pastikan Kesiapan Operasional Masjid Negara IKN Sambut Ramadan 2026

Sebelumnya, aparatur sipil negara (ASN) Kemenag telah menanam 2.000 batang kopi di lahan wakaf produktif di Dusun Kala Wih Ilang, Kecamatan Pegasing, pada awal 2024 dan kini siap panen.

“Hasil panen kopi wakaf tersebut akan disalurkan untuk mendukung kepentingan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kala Wih Ilang, sekaligus untuk pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat mualaf dan masyarakat kurang mampu di wilayah setempat,” kata Wahdi.

Kepala Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah BI Lhokseumawe, Riemas Anugerah Maulana, menyebut peluncuran 5.000 batang kopi di Kota Wakaf Aceh Tengah menjadi langkah awal yang positif dalam membangun manfaat sosial sekaligus ekonomi produktif.

Menurutnya, program tersebut tidak sekadar penghijauan, tetapi diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi umat melalui pengelolaan wakaf produktif. Hasil budidaya kopi diharapkan memberi nilai tambah, membuka peluang usaha baru, dan mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menilai Aceh Tengah layak menyandang predikat Kota Wakaf karena gebrakan wakaf produktifnya.

“Aceh Tengah dapat dijadikan contoh pengelolaan wakaf produktif dan ini harus menjadi semangat bagi kota dan kabupaten lainnya dalam mengelola wakaf,” ujarnya.

Aceh Tengah tercatat sebagai satu-satunya Kota Wakaf di Aceh dari enam kota wakaf pertama di Indonesia, bersama Kabupaten Siak, Kota Padang, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Wajo, dan Kota Tasikmalaya.

Baca Juga : Program Masjid Berdaya Adaro Dorong Kemandirian Ekonomi Jamaah di Tabalong

Azhari berharap pengembangan wakaf produktif terus diperluas di berbagai daerah di Aceh. Saat ini, Kemenag masih fokus memproduktifkan tanah wakaf yang terbengkalai, termasuk mendorong setiap ASN menanam satu pohon di setiap lahan wakaf.

Gerakan tersebut menjadi pesan bahwa wakaf bukan sekadar simbol ibadah, melainkan instrumen nyata kebangkitan ekonomi umat yang berpijak pada potensi lokal dan keberlanjutan lingkungan.

Berita Terkait

TEP 2026 IPB University, Kampus Percepat Kemajuan Kawasan Transmigrasi
Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Novanto Sabet Pemred Award 2026, Tegaskan Pentingnya Pers yang Kredibel
Dari Ruang Kelas Lahir Inovasi: Tiga Aplikasi AI Karya Mahasiswa STMIK Kebumen
Silaturahmi ke Anggota DPR RI, Pimpinan STMIK Kebumen Paparkan Gagasan Pengembangan Kampus Berbasis Potensi Daerah
Soal Bansos, Andi Najmi: Uang Tunai Langsung Rawan Dipakai Judol
Fujifilm, Siloam Hadirkan Solusi AI Klinis Tingkatan Standar Layanan Kesehatan
Bantu Perkuat Kedaulatan Udara, Thales Serahkan Dua Radar GM403 Pertama ke Indonesia
Hadir di Rakernas Inkopontren, PRUVIU Tawarkan Solusi Antikredit Macet

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:59 WIB

Kapolri Tegaskan Penanganan Transparan Kasus Dugaan Penganiayaan Brimob di Maluku Tenggara

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:07 WIB

OJK Tegaskan Jual-Beli Rekening Tindak Pidana, Pelaku Terancam Penjara

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:23 WIB

Ahok Sebut Lapangan Golf Sebagai “Tempat Negosiasi Minyak Paling Sehat dan Murah” dalam Sidang Korupsi Pertamina

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:31 WIB

Komisi III DPR RI Nyatakan Kasus Guru Honorer Tri Wulandari di Jambi Selesai

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:07 WIB

Dugaan Penipuan Proyek Perumahan Rp28 Miliar, Bareskrim Naikkan Kasus Bupati Sidoarjo ke Penyidikan

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:03 WIB

KPK Tangkap Bupati Pati Sudewo dalam OTT Terkait Pengisian Jabatan Perangkat Desa

Senin, 19 Januari 2026 - 19:33 WIB

KPK OTT Bupati Pati Sudewo, Diamankan di Jawa Tengah

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:35 WIB

RUU HAPER dan Perampasan Aset Masuk DPR, Komisi III Tegaskan Penyusunan Akuntabel

Berita Terbaru