Teranusantara.com, Tabalong — Halaman Masjid Tarbiyah Syarafiyah di Kabupaten Tabalong tampak lebih ramai dari biasanya pada Jumat (13/2/2026) sore. Selain jamaah yang bersiap menunaikan ibadah, puluhan pelaku usaha kecil juga memadati area masjid untuk mengikuti peluncuran kembali Program Masjid Berdaya Adaro. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dermawan Indonesia dan PT Adaro Indonesia sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi berbasis masjid.
Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WITA tersebut menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi berorientasi pada pembangunan sistem ekonomi berkelanjutan. Sebanyak 50 ibu-ibu pedagang kecil menerima Wakaf Modal UUMI sebagai penguatan usaha ultra mikro.
Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha mereka, baik melalui penambahan stok dagangan, variasi produk, maupun perluasan jangkauan pemasaran.
Salah seorang penerima manfaat mengaku tambahan modal tersebut memberikan harapan baru bagi keberlangsungan usaha keluarga.
“Modal ini sangat membantu kami untuk menambah barang dagangan. Semoga usaha kami semakin berkembang,” ujarnya.
Baca Juga : Menko AHY Tegaskan Tata Ruang Harus Jadi Panglima Pembangunan Nasional
Tak hanya menyasar individu, program ini juga memperkuat kelembagaan masjid. Sepuluh masjid binaan menerima Mauquf ‘Alaih Wakaf Produktif Griya Emas, sebuah skema wakaf produktif yang dirancang untuk menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang. Melalui skema ini, masjid didorong memiliki sumber pendapatan mandiri guna mendukung berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pelayanan umat secara berkesinambungan.
Momentum tersebut juga ditandai dengan pembukaan Zona UMKM Masjid Berdaya Adaro. Sebanyak 10 booth jualan gratis disediakan bagi pedagang di lingkungan masjid. Kehadiran zona ini menjadi ruang baru bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk secara tertata dan lebih profesional, sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.
Perwakilan penyelenggara menyampaikan bahwa sinergi antara sektor usaha dan lembaga sosial menjadi kunci terciptanya dampak nyata di tingkat akar rumput. Kolaborasi ini diharapkan mampu membangun ekosistem pemberdayaan yang tidak berhenti pada bantuan awal, melainkan terus berkembang melalui pendampingan dan penguatan kapasitas.
Baca Juga : Pemerintah Siapkan Diskon Tarif Transportasi Lebaran 2026, Anggaran Rp911,16 Miliar
Program Masjid Berdaya Adaro merefleksikan transformasi peran masjid di tengah masyarakat. Selain sebagai pusat ibadah dan dakwah, masjid kini diharapkan menjadi simpul penggerak ekonomi umat. Dari ruang spiritual hingga aktivitas perdagangan, program ini menghadirkan model pemberdayaan yang menyatukan nilai keberkahan dan kemandirian ekonomi dalam satu gerakan berkelanjutan.












