Bamsoet Dukung Wacana Prabowo Tata Ulang Sistem Politik dan Pemilu

- Pewarta

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo (ketiga kanan) saat foto bersama dalam acara peluncuran buku

Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo (ketiga kanan) saat foto bersama dalam acara peluncuran buku "Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung" di Jakarta, Minggu. (Foto: Tera Nusantara.com)

Teranusantara.com, Jakarta – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Bambang Soesatyo, mendukung wacana Presiden Prabowo Subianto untuk menata ulang sistem politik nasional, khususnya pelaksanaan pemilu yang dinilai berbiaya tinggi dan sarat praktik transaksional.

“Jadi, intinya dalam berbagai kesempatan, terakhir saya masih ingat waktu di Sentul, Presiden Prabowo mengatakan bahwa kita harus penataan ulang sistem politik. Yang substansial, tidak seperti hari ini, yang transaksional, yang brutal,” ujar Bamsoet, sapaan akrabnya, menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, penataan ulang sistem politik menjadi relevan di tengah maraknya kasus korupsi yang berkaitan dengan tingginya biaya politik dalam penyelenggaraan pemilu. Ia menilai, sistem yang mahal berpotensi mendorong praktik koruptif di berbagai lini.

Baca Juga : PDIP: Koalisi Permanen Sejatinya dengan Rakyat

“Pemilu yang berbiaya tinggi yang menimbulkan korupsi di mana-mana. Saya tidak tahu dari mana kita mulai penataan ini, tetapi yang pasti penataan sistem politik itu ada di Undang-Undang, itu berada di DPR yang akan dibicarakan kepada pemerintah,” katanya.

Bamsoet menegaskan, perubahan sistem politik dimungkinkan secara konstitusional karena diatur dalam peraturan perundang-undangan. Oleh sebab itu, proses penataannya akan dibahas di tingkat DPR bersama pemerintah.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem politik dan pemilu agar tidak membebani anggaran negara. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada peringatan HUT Ke-60 Partai Golkar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 12 Desember 2025.

“Kita, semua merasakan demokrasi yang kita jalankan ada sesuatu atau beberapa hal yang harus kita perbaiki bersama-sama. Menurut saya, kita harus perbaiki sistem, dan kita tidak boleh malu untuk mengakui bahwa kemungkinan sistem ini terlalu mahal,” ujar Prabowo.

Baca Juga : Uji Sidang Disertasi, Bamsoet Dorong Penguatan Kewenangan MPR Hadapi Kebuntuan Konstitusional

Ia mengajak seluruh ketua umum dan pimpinan partai politik untuk bersama-sama memperbaiki sistem politik yang dinilai menghabiskan anggaran hingga puluhan triliun rupiah dalam setiap penyelenggaraan pemilu.

Prabowo juga mencontohkan sejumlah negara yang dinilai lebih efisien dalam sistem pemilihan umum, seperti Malaysia, Singapura, dan India. Menurut dia, negara-negara tersebut menerapkan mekanisme pemilihan yang lebih sederhana dan hemat biaya dibandingkan Indonesia.

Berita Terkait

TEP 2026 IPB University, Kampus Percepat Kemajuan Kawasan Transmigrasi
Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Novanto Sabet Pemred Award 2026, Tegaskan Pentingnya Pers yang Kredibel
Dari Ruang Kelas Lahir Inovasi: Tiga Aplikasi AI Karya Mahasiswa STMIK Kebumen
Silaturahmi ke Anggota DPR RI, Pimpinan STMIK Kebumen Paparkan Gagasan Pengembangan Kampus Berbasis Potensi Daerah
Soal Bansos, Andi Najmi: Uang Tunai Langsung Rawan Dipakai Judol
Fujifilm, Siloam Hadirkan Solusi AI Klinis Tingkatan Standar Layanan Kesehatan
Bantu Perkuat Kedaulatan Udara, Thales Serahkan Dua Radar GM403 Pertama ke Indonesia
Hadir di Rakernas Inkopontren, PRUVIU Tawarkan Solusi Antikredit Macet

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:59 WIB

Kapolri Tegaskan Penanganan Transparan Kasus Dugaan Penganiayaan Brimob di Maluku Tenggara

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:07 WIB

OJK Tegaskan Jual-Beli Rekening Tindak Pidana, Pelaku Terancam Penjara

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:23 WIB

Ahok Sebut Lapangan Golf Sebagai “Tempat Negosiasi Minyak Paling Sehat dan Murah” dalam Sidang Korupsi Pertamina

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:31 WIB

Komisi III DPR RI Nyatakan Kasus Guru Honorer Tri Wulandari di Jambi Selesai

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:07 WIB

Dugaan Penipuan Proyek Perumahan Rp28 Miliar, Bareskrim Naikkan Kasus Bupati Sidoarjo ke Penyidikan

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:03 WIB

KPK Tangkap Bupati Pati Sudewo dalam OTT Terkait Pengisian Jabatan Perangkat Desa

Senin, 19 Januari 2026 - 19:33 WIB

KPK OTT Bupati Pati Sudewo, Diamankan di Jawa Tengah

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:35 WIB

RUU HAPER dan Perampasan Aset Masuk DPR, Komisi III Tegaskan Penyusunan Akuntabel

Berita Terbaru