Haedar Nashir Ajak Umat Jadikan Ramadan Momentum Perkuat Takwa dan Harmoni Sosial

- Pewarta

Kamis, 19 Februari 2026 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Muhammadiyah/Tera Nusantara.com)

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Muhammadiyah/Tera Nusantara.com)

Teranusantara.com, Jakarta – Ramadan 1447 Hijriah kembali hadir di tengah dinamika umat Islam yang masih diwarnai perbedaan penetapan awal puasa. Namun, di balik perbedaan tersebut, terdapat pesan yang jauh lebih penting dan mendasar, yakni menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ketakwaan sekaligus merajut harmoni sosial.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak umat Islam untuk tidak terjebak dalam perdebatan terkait perbedaan awal Ramadan. Ia menekankan pentingnya menjadikan puasa sebagai “kanopi sosial” yang meneduhkan kehidupan bersama.

Menurut Haedar, selama umat Islam belum memiliki satu kalender tunggal, perbedaan dalam penetapan hari-hari besar Islam kemungkinan besar akan terus terjadi. Karena itu, umat diminta menyikapi perbedaan tersebut dengan cerdas, arif, dan penuh sikap tasamuh.

“Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri,” kata Haedar dalam pernyataannya yang dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga : Kemendagri Minta Pemda Bergerak Cepat Tindak Kenaikan Harga Bahan Pokok

Ia menegaskan, tujuan utama puasa adalah meningkatkan ketakwaan, baik secara pribadi maupun kolektif. Oleh sebab itu, umat Islam perlu fokus pada hal-hal yang substantif, yakni bagaimana puasa benar-benar mengantarkan setiap muslim untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Lebih lanjut, Haedar berharap peningkatan takwa kepada Allah SWT dapat bermuara pada perbaikan hubungan sosial kemasyarakatan. Ramadan, menurutnya, harus menjadi ruang untuk menebar kebaikan, memperkuat solidaritas, dan mempererat persaudaraan di tengah perbedaan.

Dalam konteks pembentukan karakter, Haedar menekankan bahwa puasa Ramadan diharapkan mampu menjaga dan memperbaiki akhlak, baik dalam kehidupan pribadi maupun publik. Puasa menjadi sarana efektif dalam membangun integritas, kedisiplinan, serta kepekaan sosial.

Ia juga mengingatkan umat Islam agar tidak bersikap fatalis, terutama dalam bidang ekonomi. Puasa, katanya, justru melatih hidup efisien, prihatin, dan hemat, yang menjadi modal penting untuk meraih kemajuan dan kesejahteraan.

“Meraih kualitas hidup umat Islam, terutama di bidang ekonomi, memerlukan kesungguhan. Puasa melatih kita untuk hidup sederhana dan efisien, yang menjadi pangkal kita maju,” tuturnya.

Baca Juga : Stasiun Pasar Senen Dipadati Penumpang Jelang Imlek dan Ramadan

Dalam konteks sosial yang lebih luas, Haedar menekankan pentingnya peran umat Islam sebagai perekat sosial. Puasa melatih pengendalian diri, termasuk dalam menghadapi konflik, provokasi, serta arus informasi di media sosial yang kerap memancing emosi.

“Puasa harus menjadi kanopi sosial kita, yang meneduhkan dan menjaga harmoni kehidupan kebangsaan,” ujarnya.

Di akhir pesannya, Haedar menegaskan bahwa Ramadan harus menjadi momentum untuk mencapai kemajuan hidup secara menyeluruh. Ketakwaan, menurutnya, bermuara pada perbaikan martabat hidup tertinggi, sehingga umat Islam diharapkan menjadi umat yang maju dalam berbagai aspek kehidupan, baik spiritual, moral, sosial, ekonomi, maupun kebudayaan, menuju terwujudnya peradaban utama.

Berita Terkait

TEP 2026 IPB University, Kampus Percepat Kemajuan Kawasan Transmigrasi
Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Novanto Sabet Pemred Award 2026, Tegaskan Pentingnya Pers yang Kredibel
Dari Ruang Kelas Lahir Inovasi: Tiga Aplikasi AI Karya Mahasiswa STMIK Kebumen
Silaturahmi ke Anggota DPR RI, Pimpinan STMIK Kebumen Paparkan Gagasan Pengembangan Kampus Berbasis Potensi Daerah
Soal Bansos, Andi Najmi: Uang Tunai Langsung Rawan Dipakai Judol
Fujifilm, Siloam Hadirkan Solusi AI Klinis Tingkatan Standar Layanan Kesehatan
Bantu Perkuat Kedaulatan Udara, Thales Serahkan Dua Radar GM403 Pertama ke Indonesia
Hadir di Rakernas Inkopontren, PRUVIU Tawarkan Solusi Antikredit Macet

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:59 WIB

Kapolri Tegaskan Penanganan Transparan Kasus Dugaan Penganiayaan Brimob di Maluku Tenggara

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:07 WIB

OJK Tegaskan Jual-Beli Rekening Tindak Pidana, Pelaku Terancam Penjara

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:23 WIB

Ahok Sebut Lapangan Golf Sebagai “Tempat Negosiasi Minyak Paling Sehat dan Murah” dalam Sidang Korupsi Pertamina

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:31 WIB

Komisi III DPR RI Nyatakan Kasus Guru Honorer Tri Wulandari di Jambi Selesai

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:07 WIB

Dugaan Penipuan Proyek Perumahan Rp28 Miliar, Bareskrim Naikkan Kasus Bupati Sidoarjo ke Penyidikan

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:03 WIB

KPK Tangkap Bupati Pati Sudewo dalam OTT Terkait Pengisian Jabatan Perangkat Desa

Senin, 19 Januari 2026 - 19:33 WIB

KPK OTT Bupati Pati Sudewo, Diamankan di Jawa Tengah

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:35 WIB

RUU HAPER dan Perampasan Aset Masuk DPR, Komisi III Tegaskan Penyusunan Akuntabel

Berita Terbaru