Teranusantara.com, Surabaya – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai upaya meningkatkan mutu dan keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sertifikasi ini dinilai krusial untuk memastikan setiap proses produksi pangan berjalan sesuai standar kebersihan dan kesehatan yang ditetapkan.
Dalam kunjungannya ke SPPG Dapur Nikmat Barokah di Surabaya, Kamis, Zulkifli menegaskan pentingnya SLHS sebagai instrumen penjamin kualitas layanan MBG. Menurutnya, dapur tersebut dapat menjadi rujukan bagi SPPG lain karena telah memenuhi standar yang ditetapkan, baik dari sisi sanitasi, keamanan pangan, hingga kelengkapan tenaga ahli.
“Ini bisa menjadi rujukan dan contoh. Masih ada beberapa SPPG yang belum dibangun atau belum selesai proses SLHS-nya. Ke depan, semua harus memenuhi standar yang sama,” ujar Zulkifli.
Baca Juga : Kemenekraf Perkuat Kualitas MBG Lewat Program MASAMO di Lampung
Ia mengungkapkan, di Kota Surabaya terdapat total 2.110 unit SPPG yang melayani program MBG. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuh telah mengantongi SLHS, bahkan sebagian di antaranya telah memiliki sertifikasi halal.
Zulkifli mengapresiasi capaian tersebut dan berharap daerah lain dapat mengikuti langkah Surabaya dalam meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi.
Salah satu SPPG yang menjadi percontohan adalah Dapur Nikmat Barokah Kedung Asem di Kecamatan Rungkut. Selain telah memiliki SLHS dan sertifikasi halal, dapur ini juga dilengkapi tenaga ahli gizi yang memastikan kualitas menu sesuai standar kebutuhan gizi masyarakat.
“Ini sudah sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Standarnya aman, SLHS sudah ada, dan ahli gizinya cukup,” tegas Zulkifli.
Ia menambahkan, keberadaan tenaga ahli gizi menjadi faktor penting untuk menjamin menu MBG tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi bagi penerima manfaat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
Baca Juga : MBG Dinilai Strategis Tentukan Masa Depan Bangsa
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Januari 2026 tercatat sebanyak 4.535 SPPG yang melayani program MBG telah lulus SLHS. Jumlah tersebut baru mencapai sekitar 23 persen dari total 19.188 unit SPPG yang berdiri di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, Zulkifli meminta Dinas Kesehatan di berbagai daerah untuk terus meningkatkan pendampingan dan pengawasan agar semakin banyak SPPG yang memenuhi standar sanitasi.
“Target kita bukan hanya memperluas jangkauan MBG, tetapi juga memastikan kualitasnya terjaga. SLHS ini menjadi salah satu indikator utama,” katanya.
Pemerintah berharap, dengan semakin banyaknya SPPG yang memiliki SLHS dan sertifikasi halal, kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis akan terus meningkat, sekaligus mendukung upaya nasional dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.












